Saksi Cerita Proses Identifikasi Awal Brigadir J: Luka di Hidung, Bibir dan Dagu

Merdeka.com - Merdeka.com - Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan R Soplanit menyebut, Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat masih mengenakan masker saat tewas ditembak. Hal ini dia sampaikan saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara kematian Brigadir J.

Sebelumnya, hakim menanyakan proses dilakukan setelah Brigadir J terbujur kaku di lokasi penembakan. Termasuk yang membalikkan tubuh Brigadir J yang semula tengkurap. Menurut Ridwan, tubuh Brigadir J dibuat telentang oleh tim identifikasi.

"Jadi tahapan yang dilakukan setelah foto, sebelum melakukan tindakan, dia foto dulu. Kemudian dia melakukan pengecekan secara umum yang terlihat atas luka-luka, maka itu sebelumnya dia foto," ujar Ridwan Soplanit di dalam sidang, Senin (21/11).

"Kemudian dibalik untuk pengecekan luka yang dimaksud," tambahnya.

"Saat olah TKP, saudara di sana?" tanya hakim.

"Ya, saat itu saya berada di TKP," jawab Ridwan.

"Bisa saudara gambarkan kondisi jenazah korban?" tanya kembali hakim.

"Ya, saat itu setahu saya, yang saya lihat Yang Mulia. Saat itu, pada saat saya datang posisi mayat tertelungkup. Kemudian dibikin terlentang untuk pemeriksaan. Kemudian pada saat itu juga, sebelumnya dilakukan olah TKP oleh identifikasi, saya lihat maskernya memang ada Yang Mulia," jawab Ridwan Soplanit.

"Dokumentasi kita itu, pada saat dia tertelungkup masker masih ada," sambungnya.

Kemudian, katanya, tim dari identifikasi membuka masker yang masih dikenakan Brigadir J. Ketika dibuka, terlihat adanya luka di bibir serta hidung Brigadir J.

"Masker masih dipakai. Kemudian begitu berbalik masker masih dipakai. Kemudian ada pengecekan dari anggota iden yaitu pengecekan beberapa titik luka. Termasuk maskernya itu dibuka tapi anggota iden menggunakan sarung tangan. Dibuka untuk melihat di balik masker itu dia melihat ada beberapa luka di hidung sama bibir," jelas Ridwan.

"Luka di hidung dan di bibir?" tanya hakim.

"Ada bekas luka di hidung dan bibir. Tapi kita tidak lebih spesifik luka, karena hanya pengecekan awal ditutup lagi," jawab Ridwan Soplanit.

"Ada berapa luka di tubuh korban?" tanya kembali hakim.

"Ada seperti luka goresan, tapi saya tidak bisa spesifik. Kemudian yang saya lihat luka di hidung, di bibir dan dagu," jawab Ridwan Soplanit. [lia]