Saksi Cerita Temuan Selongsong Peluru Berserakan di Lokasi Penembakan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan R Soplanit menjadi saksi di persidangan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dalam kesaksiannya, dia bercerita soal selongsong peluru yang berserakan di lokasi penembakan Brigadir J.

Sekadar mengingat kembali, Brigadir J ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

"Tadi waktu olah TKP kan ada barbuk, ada selongsongan peluru, itu coba ditegaskan itu bungkus peluru atau apa?" tanya hakim di Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11).

"Ya selongsong itu peluru bungkusannya," jawab Ridwan.

"Proyektil maksudnya apa?" tanya hakim kembali.

"Ya serpihan. Iya serpihan proyektil," jawab kembali Ridwan.

Ia menyebut, berdasarkan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian itu membuktikan adanya 10 kali tembakan yang terjadi.

"Itu selongsong peluru itu di tempat yang sama atau berserakan di mana-mana?" tanya hakim.

"Ada di beberapa titik, tidak dapat saya jelaskan di sini Yang Mulia," jawab Ridwan.

"Terus yang kamu terangkan bahwa di tubuh Yosua ada penembakan tadi berapa tadi? Ada peluru masuk tujuh, sisa di dalam satu, nah terus tiga lagi ke mana? Tiga lagi itu ditembak ke arah mana?" cecar hakim.

"Jadi waktu hasil visum sesuai dengan luka yang di tubuh Yosua, itu disebutkan ada tujuh yang masuk," jawab Ridwan.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil visum ada tujuh peluru saja yang masuk dalam tubuh Brigadir J dan tiga lainnya tidak. Semua peluru berasal dari senjata jenis glock.

"Yang tujuh masuk ke tubuh Yosua, itu dari senjata apa? Yang masuk ke tubuh Yosua itu dari senjata yang mana saja?" tanya hakim lagi.

"Itu dari glock Yang Mulia. Dari glock, nanti secara ini kami akan bawa," jawab Ridwan.

"Kamu mengatakan bahwa yang masuk ke tubuh Yosua itu senjata glock?" tanya hakim.

"Peluru yang masuk Yang Mulia, itu kan dari visumnya peluru yang masuk. Tapi dari senjata apa yang masuk kita kurang tahu," jawab Ridwan. [lia]