Saksi Ceritakan Proses Perpindahan CCTV dari Tangan Irfan Widyanto ke Chuck Putranto

Merdeka.com - Merdeka.com - Saksi atas nama Ariyanto selaku Pegawai Harian Lepas (PHL) Propam Polri membeberkan proses pindah tangan CCTV kasus kematian Brigadir J dari terdakwa Irfan Widyanto ke Chuck Putranto.

Hal itu disampaikan Ariyanto saat bersaksi di sidang lanjutan kasus Obstruction Of Justice dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/11).

Ariyanto mengaku baru menyambangi rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling Tiga, Mampang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/7) sekitar pukul 14.00-15.00 WIB. Kehadiran Ariyanto setelah ditelepon Ferdy Sambo untuk membeli makanan sore.

"Di rumah Saguling ada siapa saja?" tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saya enggak perhatiin karena begitu saya sudah kasih makan, itu saya standby di pos samping, kurang lebih 50 meter," jawab Ariyanto.

"Saksi beli makan berapa orang?" tanya jaksa.

"Untuk keluarga beliau sekitar untuk empat orang," jawab Ariyanto.

"Saksi enggak lihat di dalam rumah ada siapa saja, di dalam rumah selain keluarga Pak Ferdy Sambo?" sahut jaksa.

"Kalau di luar seperti biasa sipil-sipil itu saja, ADC-ADC itu," kata dia.

Ariyanto mengaku bertemu terdakwa Chuck Putranto pada sore hari di depan rumah Saguling. Menurut dia, Chuck saat itu mendadak memintanya mengambil CCTV dari terdakwa Irfan Widyanto. Ariyanto kemudian menghubungi Irfan sekitar pukul 15.00 WIB.

"Setelah dikasih tahu Chuck, saksi hubungi langsung? Apa yang saksi katakan?" tanya jaksa.

"Mohon izin pak, saya diperintah Pak Chuck untuk menerima CCTV," jawab Ariyanto.

"Irfan bilang apa?" tanya jaksa.

"Ke sini ambil aja di pos," jawab Ariyanto.

"Pos mana?" tanya jaksa.

"Pos Komplek Polri Duren Tiga," sahut Ariyanto.

Mendengar hal itu, Ariyanto langsung bergegas menemui terdakwa Irfan Widyanto menggunakan sepeda motor. Sampai di pos kompleks, Irfan kemudian menyerahkan plastik hitam yang sudah dilakban diduga Ariyanto berisi CCTV.

"Kalau untuk berapa buahnya saya tidak tahu, saya terimanya, kalau saya praktekin, ini kayak kantong plastik warna hitam. Ada di dalam, di sini dilakban, terus saya tanya Pak Irfan kenapa enggak bawa saja sampaikan ke Pak Chuck," kata Ariyanto kepada Irfan.

"Oh saksi nanya juga walaupun saksi yang diminta?" tanya jaksa.

"Betul," jawab dia.

Ariyanto kemudian langsung kembali menemui terdakwa Chuck Putranto, untuk menyerahkan plastik hitam titipan Irfan tersebut. Barang tersebut kemudian disuruh diletakkan di bagasi mobil yang terparkir sekitar 300 meter dari rumah di Saguling.

"Itu saksi dikasih kunci sama Pak Chuck?" tanya jaksa.

"Nggak, langsung dibukain dari jauh pakai remote," jawab dia.

"Oh pakai remote. Saksi taruhnya di mana?" tanya jaksa.

"Di belakang," sahut Ariyanto.

"Belakang mana?" tanya jaksa lagi.

"Di bagasi belakang. Itu kan ada jok, saya taruh di belakang jok itu," jawab Ariyanto.

Dia mengaku tidak mengetahui tujuan terdakwa Chuck Putranto setelah menerima CCTV tersebut. Sebab Ariyanto mengaku saat itu lanjut merokok di sekitar rumah Saguling.

"Tapi enggak liat Pak Chuck ke mana?" tanya jaksa.

"Nggak tahu," jawab dia.

"Pada saat saksi menaruh itu di mobil, ada lihat Pak Ferdy Sambo nggak?" tanya jaksa lagi.

"Tidak ada," sahutnya.

"Berarti dengan Pak Chuck saja?," kata jaksa.

"Iya," jawab Ariyanto.

"Pak Chuck pulang dari Rumah Saguling jam berapa?" sahut jaksa.

"Saya enggak perhatiin," kata dia.

"Enggak ketemu lagi?" tanya jaksa lagi.

"Enggak. Karena setelah saya ditanya, selesai, saya tinggalkan," jawab Ariyanto.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Baca juga:

Hendra Kurniawan Bantah Tekan Ismail Bolong soal Setoran Dana Tambang ke Kabareskrim
PHL Propam Mabes Polri jadi Saksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria
Eksepsi Chuck Putranto Ditolak Hakim, Sidang Obstruction Of Justice Tetap Dilanjutkan
Nasib Perkara Obstruction Of Justice Chuck Putranto dan Baiquni Ditentukan Hari Ini
Tiba di Persidangan, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Disambut Kuasa Hukum
Sumringah Hendra Kurniawan & Agus Nurpatria Jelang Sidang Obstruction of Justice [gil]