Saksi Hilang, Dugaan Korupsi Hibah Tanah Mijen Semarang Terus Diusut

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng terus mendalami kasus korupsi hibah tanah di Kecamatan Mijen, Semarang. Empat orang saksi, selain Iwan Boedi Prasetijo yang hilang dan diduga telah ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan, sudah diperiksa terkait kasus itu.

"Yang pasti, ada atau tidaknya Iwan kami memastikan proses hukum tetap berlanjut. Pihak-pihak terkait yang mengetahui akan kami mintai keterangan," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Subagio, Senin (12/9).

Dugaan korupsi yang akan diklarifikasi oleh PNS itu terjadi pada 2010. Meski sudah memeriksa sejumlah saksi, kasus tersebut belum naik ke penyidikan atau mendapat Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Belum SPDP kasusnya tahun 2010, tetapi belum bisa kami sampaikan terkait penyertifikatan tanah, masih alih lahan," ungkapnya.

Bukan Saksi Pelapor

Dalam pemanggilan keterangan, Iwan bukan saksi pelapor. Namun, pegawai Bapenda Kota Semarang itu kooperatif saat diajak komunikasi. "Iwan bukan saksi pelapor, tetapi dia kooperatif," ujarnya.

Saat ini untuk mengungkap dugaan korupsi itu tetap berlanjut, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk membuktikan jenazah terbakar tanpa kepala itu adalah Iwan Boedi.

"Kami butuh waktu, harus memastikan apakah benar yang meninggal dunia itu Iwan," pungkasnya.

Seperti diberitakan, kasus penemuan jenazah terbakar tanpa kepala di kawasan Marina, Semarang, diduga kuat kaitannya dengan kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki Polda Jawa Tengah. Hal ini berdasarkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi penemuan mayat.

Dari barang bukti tersebut, identitas korban mengarah kepada pegawai Bapenda Kota Semarang Paulus Iwan Boedi Prasetijo. Meski ketika ditemukan badan sudah hangus terbakar sedangkan kepala, kaki kanan dan dua telapak tangannya hilang, namun nametag dan sepeda motor Iwan ditemukan bersama mayat itu. [yan]