Saksi Kasus Indosat Laporkan Dokter dan Pengacara

Jakarta (ANTARA) - Saksi ahli dalam kasus PT Indosat Tbk-IM2, Asmiati Rasyid, Jumat, melaporkan dokter dan ketiga pengacara yang terlibat dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta ke Mabes Polri telah melakukan pencemaran nama baik.

"Saya laporkan Dr Chatidjah selaku pemilik rumah sakit yang telah memberikan keterangan medis beserta tiga pengacara yang hadir dalam sidang di Tipikor, Kamis (11/4) lalu," kata Asmiati usai melaporkan kasus tersebut di Mabes Polri, Jakarta, Jumat petang.

Direktur Center for Indonesia Telecommunications Regulation Study (Citrus) itu mengatakan keempat orang itu dituntut melakukan pencemaran nama baik. Dr Chatijah, selaku pemilik rumah sakit jiwa swasta yang pernah merawat dia pada 3-15 Februari 1997 itu dinilai menyalahi aturan karena telah membeberkan "medical record" pasien tanpa persetujuan.

"Itu panjang ceritanya, itu kejadian saat saya dalam proses perceraian, jadi masalah pribadi. Tapi ini akan saya jadikan `counter` untuk melawan mereka nanti dalam laporan saya," ujarnya.

Sementara itu, tiga penasehat hukum lainnya yang dipimpin oleh Luhut Pangaribuan akan dituntut atas tindakan pencemaran nama baik yang dinilai Asmiati akan sangat berdampak pada kredibilitasnya sebagai ahli regulasi telekomunikasi.

"Saya tidak bisa tolerir pengacara yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan kliennya, tetapi saya akan berjuang. Kasus ini tidak akan menghentikan saya untuk benahi carut marutnya spektrum di negara ini," katanya.

Dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengalihan frekuensi "3G" PT Indosat Tbk kepada anak perusahaannya, Indosat Mega Media (IM2), di Pengadilan Tipikor Jakarta yang berlangsung Kamis (11/4) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli Asmiati Rasyid.

Kehadiran Asmiati, dinilai oleh ketiga pengacara dalam persidangan itu tidak layak. Salah satu pengacara, Luhut Pangaribuan, menyatakan ketidaklayakan itu disebabkan oleh adanya keterangan dokter RSK Hurip Waluya Karang Tineung Bandung tentang riwayat kesehatan jiwa Asmiati.

Terlebih, keterangan bahwa Asmiati benar-benar pernah dirawat di sana dibuktikan oleh surat keterangan dari pemilik RS yakni Dr Chatijah yang dikeluarkan per tanggal 3 April 2013.

Namun, Ketua Majelis Hakim Tipikor Antonius Widjantono menolak permintaan penasihat hukum karena ahli Asmiati Rasyid menyatakan siap memberikan keterangan berdasarkan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.