Saksi Korupsi PLTD Raja Ampat Mangkir

Jakarta (ANTARA) - Dua saksi dugaan korupsi pengadaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Kabupaten Raja Ampat tahun 2004, yang sedianya akan diperiksa di Kejari Sorong, Papua, mangkir dari pemanggilan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

"Yang akan diperiksa itu sebanyak 10 saksi. Namun, yang hadir hanya delapan saksi. Dua saksi yang tidak memenuhi pemanggilan itu dengan alasan dinas luar," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Kamis.

Kedua saksi yang mangkir itu, yakni Cristian B. (PNS Dinas Koperasi dan UKM) dan Baba (Kepala BPKAD), sedangkan delapan saksi yang memenuhi panggilan itu, yakni Yulianus M. (Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Prisilia I.S. (PNS Dinas Pertambangan), Supiyat (PNS Pemda Raja Ampat), Hery S. (PNS di bagian Inspektorat), Artemas (Kepala Bappeda) dan Abbas U. (anggota DPRD Raja Ampat).

Kejagung sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut, yakni Abbas Baradja (AB), Mantan Direktur PT Graha Sarana Duta berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dan Selviani Wanma (SW), Direktur Utama PT Raja Ampat Makmur Madani.

Keduanya sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur sejak Kamis (28/3).

Kapuspenkum menjelaskan bahwa proyek pengadaan genset dan pembangunan PLTD itu menggunakan dana dari APBD Kabupaten Raja Ampat dengan nilai Rp20 miliar.

Dalam perkembangan Penyidikan, tim penyidik juga selain melakukan kegiatan penggeledahan di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) dan di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Pemda Kabupaten Raja Ampat.

Penyitaan dokumen dan surat lainnya sebanyak 174 berkas, Pencegahan dan akhirnya dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka tersebut melalui, katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.