Saksi Sebut Tommy Sumardi Terima Uang 6 Kali dari Djoko Tjandra

Hardani Triyoga, Edwin Firdaus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sekretaris Eksekutif Mulia Grup Nurmala Fransisca membeberkan ihwal penyerahan uang dari Djoko Tjandra ke Pengusaha Tommy Sumardi. Nurmala dalam agenda persidangan ini sebagai saksi.

Tommy Sumardi merupakan terdakwa kasus dugaan penghapusan red notice. Dia didakwa menjadi perantara suap antara Djoko Tjandra ke dua Jenderal Polri yakni Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo.

Awalnya Hakim menanyakan soal pengeluaran rutin Djoko Tjandra kepada Nurmala Fransisca. Saksi Nurmala selama ini ditugasi mengatur pengeluaran terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu.

Baca Juga: Djoko Tjandra Akui Tak Pernah Kasih Uang ke Jaksa Pinangki

Nurmala mengaku pernah mengatur pengeluaran Djoko Tjandra dari rentang April hingga Mei 2020. Awalnya, dia mengaku pernah diminta menyiapkan uang pada 27 April 2020.

Saat itu, ia diminta menyiapkan US$100 ribu untuk diberikan ke Tommy. Uang itu diserahkan melalui kurir bernama Nurdin. Nurdin sendiri kerap ditugasi mengantar barang baik itu surat maupun uang.

Permintaan pengeluaran sebesar US$100 ribu kembali diminta Djoko Tjandra pada 29 April 2020. Uang itu juga bakal diberikan ke Tommy.

"Ada, besoknya tanggal 29 April 2020. Seperti pertama pak Djoko instruksi ke saya siapkan dana US$100 ribu dan diberikan ke Nurdin," kata Nurmala saat bersaksi di sidang lanjutan kasus Red Notice, Selasa, 10 November 2020.

Singkat cerita, pada 4 Mei 2020 Fransisca kembali diminta untuk menyiapkan uang. Kemudian, diberi ke Nurdin untuk diserahkan ke penerima. Uang itu berjumlah US$150 ribu.

Selanjutnya pada 12 Mei 2020, Fransisca diminta menyiapkan uang US$100 ribu. Djoko Tjandra menghubungi Fransisca dan meminta uang itu diserahkan ke Nurdin untuk diantar ke Tommy.

Terakhir pada 22 Mei 2020, Fransisca diminta menyiapkan US$ 50 ribu dan diberikan kepada Nurdin untuk diserahkan kepada Tommy. Menurut pengakuan Tommy, total uang yang diterimanya sebesar Rp8,5 miliar.

"Saya total semua sampai 4 Mei terakhir Rp8,5 miliar," kata Tommy.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Pengusaha Tommy menjadi perantara suap terhadap kepada Irjen Napoleon Bonaparte sebesar S$200 ribu dan US$270 ribu, serta kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai US$150 ribu.

Tommy menjadi perantara suap dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Suap itu ditujukan agar nama Djoko Tjandra dihapus dalam red notice atau Daftar Pencarian Orang Interpol Polri. (ren)