Saksi Ungkap Alasan Hadiri Acara Habib Rizieq di Petamburan saat PSBB

Bayu Nugraha, Vicky Fajri
·Bacaan 3 menit

VIVA – Dua saksi fakta dihadirkan oleh tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab dalam sidang praperadilan, yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 6 Januari 2020.

Tim kuasa hukum Rizieq, Muhammad Kamil Pasha mengatakan, dua saksi ini yang hadir dalam dua acara Habib Rizieq Shihab yaitu hajatan pernikahan putri Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat dan acara keagamaan di Tebet, Jakarta Selatan pada 13 - 14 November 2020 lalu.

"Saksi fakta dua orang dulu, mereka hadir di acara Maulid Nabi dan hadir di acara pernikahan tanpa diundang. Dan dialah yang ikut berkerumun. Masyarakat itu ikut berkerumun kami hadirkan jadi saksi," ujar Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kamil Pasha kepada wartawan.

"Nah orang yang ikut berkerumun ini kami hadirkan jadi saksi apakah dia ikut atas perintah Habib Rizieq atau bukan, atau dia datang sendiri. Faktanya kita hadirkan karena dia datang sendiri tanpa diundang," kata dia lagi.

Dalam persidangan, salah seorang saksi bernama Ahmad Rozi mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari hakim tunggal Akhmad Sahyuti, yang memimpin sidang gugatan praperadilan.

Hakim mempertanyakan kepada Rozi terkait alasan mendatangi ke acara keagamaan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Padahal dalam waktu yang bersamaan sedang ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kan saat PSBB (acara Maulidnya) tidak bisa ketemu, untuk apa (datang)? Kan bisa di TV saja," ujar Sahyuti di ruang sidang utama

Rozi mengaku dirinya rindu dengan sosok Habib Rizieq, sehingga ingin melihat secara langsung. "Cinta sama Habibana Rizieq karena lama di Saudi, jadi saya memaksakan untuk hadir," kata Rozi kepada hakim.

Selain itu, Rozi pun juga mengungkapkan datang ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput Rizieq. Hakim pun kembali memberi pertanyaan kepada Rozi sampai nekat untuk hadir di kerumunan massa.

"Saat penjemputan datang?" tanya Sahyuti.

"Datang juga," jawab Rozi.

"Apa yang dilakukan saudara melanggar PSBB tidak?" kata Sahyuti.

"Ya tahu, saya melanggar," beber Rozi.

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 40 bukti tertulis diberikan tim kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab dalam persidangan gugatan praperadilan yang digelar di ruang sidang utama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 6 Januari 2020.

Kuasa hukum Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah mengatakan, 40 bukti tersebut di antaranya surat pemberitahuan penetapan tersangka oleh polisi terhadap Rizieq, yang di mana pihak kepolisian menyampaikan kepada Kejaksaan Tinggi.

"40 itu meliputi yang paling penting satu surat pemberitahuan penetapan tersangka dari polisi ke Kejaksaan Tinggi," ujar Alamsyah.

Alamsyah mengatakan, dalam hal ini pihaknya akan membuktikan terkait dua surat perintah penyidikan dengan tanggal yang berbeda. Kemudian, terdapat pula surat pemberitahuan hukuman administrasi kepada pihak FPI dan Habib Rizieq terkait kerumunan massa.

"Ada surat pemberitahuan hukuman administrasi kepada pihak FPI dan Habib Rizieq tentang masalah berkerumun menghadiri acara Maulid Nabi yang memberikan denda Rp30 juta dan 20 juta jadi total Rp50 juta," tutur Alamsyah.

Dengan demikian, Alamsyah menyebut dalam hal ini apabila kliennya sudah mendapatkan sanksi adminstrasi, sehingga tidak bisa dijerat hukuman lain seperti penjara.

"Jadi dengan itu berarti secara administrasi dia sudah dihukum, sudah dibayar. Makanya seseorang tidak boleh dihukum dua kali dalam kasus yang sama begitu. Intinya begitu," ungkapnya.

Baca juga: Pengacara Habib Rizieq Beberkan 40 Bukti di Praperadilan, Apa Saja?