Salah Kaprah Penggunaan Masker dan Maraknya Masker Palsu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Slogan 'pakai masker harga mati, tak pakai masker bisa mati' terus digaungkan sebagai salah satu protokol kesehatan yang wajib ditaati masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona Covid-19.

Namun, masih banyak orang yang bebal tidak memakai masker. Padahal tetangga, keluarga, sahabat, rekan kerja di sekitar sudah banyak yang kena Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kepatuhan masyarakat menggunakan masker belum 100%.

"Kepatuhan mengenai menggunakan masker telah mencapai 82 persen," kata Luhut dalam konferensi pers terkait perpanjangan PPKM, Jakarta, Senin 9 Agusus 2021.

Dia juga meminta masyarakat agar membudidayakan penggunaan masker. Sebab, lanjut dia, ada kemungkinan masyarakat masih harus menggunakan masker hingga beberapa tahun ke depan.

Sayangnya, di antara 82 persen tersebut, masih banyak orang yang cara pakai maskernya kurang tepat. Seperti, menurunkannya ke dagu, hanya digunakan untuk menutup mulut, atau mencopotnya demi foto bersama.

Padahal membuka masker meski cuma semenit untuk foto bersama sangat tidak disarankan.

"Foto bersama, cuma satu menit buka masker, padahal ada satu hal yang selalu mengintai kita kalau kita lengah (yakni COVID-19)," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam acara webinar bertajuk "Hoaks, Fakta, Sains, Pejuang Isoman COVID-19" pada Sabtu, 7 Agustus 2021.

Cara cek keaslian masker medis

Penggunaan masker di masa pandemi memang menjadi keharusan. Salah satu jenis masker yang efektif mencegah penyebaran virus adalah masker medis.

Beredarnya penjual masker medis di pinggiran jalan saat ini, dengan harga yang sangat terjangkau tentu menarik minat masyarakat untuk membeli.

Hal tersebut diakui oleh Nita, salah seorang warga Bantul Yogyakarta, ia memilih untuk membeli masker medis di pinggir jalan alih-alih ke apotek.

"harganya lebih murah dibanding beli di apotek," terangnya saat diwawancarai pada Sabtu (28/8/2021).

Soal keaslian masker yang dibelinya, Nita mengaku tak tahu. Ia berpendapat, yang terpenting niatnya untuk memakai masker sudah terpenuhi.

Senada dengan Nita, salah satu penjual masker di Bantul yang tak mau disebutkan namanya juga mengatakan bahwa ia tidak paham apakah masker yang dijualnya asli atau palsu.

Harus diwaspadai, bahwa tidak semua masker tersebut adalah asli atau memenuhi standar kesehatan masker medis sesuai aturan Kementerian Kesehatan.

BSN pun telah menerbitkan SNI bagi produk masker berfilter, masker medis, dan masker kain. Mengingat mobilitas masyarakat harus terus berjalan, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengurangi risiko (harm reduction) penularan COVID-19 dengan masker.

Dengan adanya SNI, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E. Halim mengatakan masyarakat memiliki acuan untuk mengambil keputusan dalam membeli suatu produk.

“Karena membeli barang tanpa ada SNI-nya, yang sebenarnya sudah diatur, tentunya berisiko bagi mereka, jika dibandingkan dengan membeli barang yang SNI,” kata Rizal pada Jumat (27/8/2021).

Untuk mengetahui keaslian masker medis, kamu bisa cek langsung ke daftar alat kesehatan di laman Kemenkes. Berikut caranya:

1. Buka laman infoalkes.kemkes.go.id

2. Pilih opsi "Cari" pada pojok kanan atas

3. Dalam kolom Kategori Pencarian, pilih kategori yang akan dicari. Anda bisa memilih salah satu dari pilihan: Nomor Izin Edar, Nama Produk, Pendaftar, Tipe, atau Produsen.

4. Pada kolom Kata Pencarian, masukkan kategori pencarian. Misal, jika Anda ingin mencari dengan kategori nama produk, masukkan nama produk masker pada kolom tersebut.

5. Jika masker medis terdaftar, maka laman akan menampilkan detail data seperti nama perusahaan, alamat perusahaan, deskripsi produk, tanggal terbit, hingga tanggal kadaluwarsa.

6. Jika masker tidak terdaftar, laman tidak menampilkan hasil pencarian apapun.

Cara pakai masker yang benar

Ilustrasi Memakai Masker Credit: pexels.com/Polina
Ilustrasi Memakai Masker Credit: pexels.com/Polina

Penggunaan masker dobel bisa membantu membantu mengurangi penyebaran COVID-19 dengan memfilter lebih banyak partikel. Penggunaan masker dobel membuat lebih sedikit partikel yang menembus melalui masker.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengingatkan bahwa penggunaan masker dobel hanya boleh masker bedah dan masker kain saja.

Penggunaan masker dobel yang benar adalah didahului dengan masker sekali pakai, kemudian dilapisi masker kain

Cara yang salah terkait pemakaian masker dobel, yakni:

1. Masker bedah + masker bedah

2. Masker kain + masker kain

3. Masker N95 dengan masker lainnya.

Selain memakai masker, kamu juga diingatkan tetap rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas demi mencegah terkena COVID-19 dan tidak berkontribusi pada peningkatan kasus di masyarakat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel