Salah Satu Pemimpin Tertinggi Al-Qaeda Tewas Dibunuh di Iran

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin tertinggi nomor dua di Al-Qaeda yang dituduh membantu mendalangi pemboman tahun 1998 terhadap dua kedutaan besar AS di Afrika, dibunuh di Iran pada bulan Agustus oleh otoritas Israel, New York Times melaporkan pada Jumat, 13 November 2020.

Abdullah Ahmed Abdullah, yang dipanggil dengan nama samaran Abu Muhammad al-Masri, ditembak mati oleh dua pria dengan sepeda motor di Teheran lebih dari tiga bulan lalu, Times melaporkan.

Pembunuhan Masri, yang dianggap sebagai penerus pemimpin Al-Qaeda saat ini, Ayman al-Zawahri, dirahasiakan sampai sekarang, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (14/11/2020).

Tidak jelas apakah ada peran yang dimiliki Amerika Serikat dalam pembunuhan 7 Agustus terhadap pria kelahiran Mesir itu, kata Times.

Namun, otoritas AS telah melacak Masri dan pelaku Al-Qaeda lainnya di Iran selama bertahun-tahun, katanya.

Seorang pejabat AS, berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, menolak untuk mengonfirmasi detail apa pun dalam berita Times atau mengatakan apakah ada keterlibatan AS. Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tewas Bersama Putrinya

Ilustrasi (iStock)
Ilustrasi (iStock)

Masri tewas bersama putrinya, yang merupakan janda dari putra Osama bin Laden, Hamza bin Laden.

Kepala Al-Qaeda Osama bin Laden, yang mengatur serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, tewas dalam serangan AS di Pakistan pada 2011.

Masri telah berada dalam "tahanan" Iran sejak 2003 tetapi masih bertahan hidup di pinggiran kota kelas atas Teheran sejak 2015, Times mengutip pernyataan pejabat intelijen AS yang tidak disebutkan namanya.

Simak video pilihan berikut: