Salah Tembak, Polda Jateng periksa Kapolres Tegal

Polda Jawa Tengah memeriksa 13 anggota Polres Tegal termasuk Kapolres Tegal AKBP Nelson P Purba dan Kasatreskrim Polres Tegal AKP Sugeng. Pemeriksaan itu terkait dugaan salah tembak terhadap Guntur Sulistyo Hadi Winoto (15), siswa kelas XI SMK Pristek Pangkah, Kabupaten Tegal, pekan lalu.

"Kami periksa semuanya termasuk kepala Satuan Reserse Kriminal dan Kapolres Tegal sendiri sudah membenarkan ketika kami klarifikasi," kata Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Alex Alim Rewos di Mapolda Jateng (2/11).

Divisi Propam Polda Jateng saat ini menunggu hasil pemeriksaan korban dari RSUP Kariadi untuk mengetahui jenis logam yang bersarang di pipi korban. "Jika nanti terbukti peluru dari senjata standar anggota Polri maka pengusutan akan semakin mudah. Kami akan memeriksa senjata anggota polisi yang berada di lokasi kejadian dan akan menindak jika ada yang terbukti bersalah," tegas Alex.

Sementara kondisi Guntur semakin membaik usai operasi di RSUD Kariadi Semarang. Serpihan peluru yang sempat bersarang di pipi korban, sudah diangkat dalam operasi tersebut. "Sudah menjalani operasi dan diambil serpihannya," ujar Humas RSUP Kariadi Semarang, Darwito.

Menurut Darwito, Guntur masih harus menjalani perawatan selama dua minggu lagi untuk memulihkan kondisinya.

Sebelumnya, Guntur tertembak saat dia dan keluarganya tertidur pulas. Tiba-tiba pintu rumah mereka dibuka paksa oleh sejumlah pria. Orang-orang itu menanyakan keberadaan Karyo yang dituduh terlibat pencurian kayu.

Istri Karyo, Sutimah, menjawab bahwa suaminya tidak ada di rumah. Tiba-tiba terdengar beberapa kali tembakan. Sesaat kemudian Guntur muncul dari kamar hendak menuju pintu depan dengan wajah berdarah.

Guntur lantas tak sadarkan diri. Polisi melarikannya ke Rumah Sakit dokter Soesilo, Slawi. Selanjutnya Guntur dirujuk RSI Harapan Anda Kota Tegal, sebelum dipindah ke RSUP dokter Kariadi Semarang.

Sumber:
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.