Salam Rindu Orangtua Mahasiswa Unesa untuk Putra-Putri di Natuna

Liputan6.com, Surabaya Sejumlah orangtua mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengeluh sulit berkomunikasi dengan anak-anak mereka yang baru saja dipulangkan dari Wuhan. Sebab, anak-anak mereka harus menjalani rangkaian proses observasi kesehatan selama 14 hari di Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Satu-satunya cara orangtua mahasiswa Unesa mengetahui kabar anak-anak mereka hanya melalui berita di media televisi, radio, maupun media sosial.

Lilis Triana (47) yang merupakan ibunda dari Nathania mengaku belum bisa berkomunikasi dengan putrinya hingga saat ini. 

“Saya sejak pagi seharian hanya menyimak update informasi dari media," kata Lilis, warga Sidoarjo, Senin (3/2/2020). 

Lilis mengaku lega, ketika melihat video kedatangan WNI di Batam dan ketika turun dari pesawat, nampak putrinya ada dalam rombongan tersebut mengenakan jaket putih kesayangannya. 

Sementara itu Zaenal Muttaqin yang merupakan ayah dari Ayu Larasati, ingin sekali menjenguk anaknya di Natuna jika diperbolehkan oleh pemerintah. Tetapi jika memang tidak diizinkan, keluarga akan memantau perkembangan melalui media. 

“Tak apa jika tidak diijinkan mengunjungi anaknya, tetapi setidaknya bisa berkomunikasi menggunakan telepon,“ ucap Muttaqin.  

Rektor Unesa, Nurhasan, mengatakan proses observasi ditangani oleh militer, sehingga  ada aturan ketat yang harus ditaati oleh para WNI. Termasuk boleh tidaknya menjenguk mahasiswa di lokasi observasi. 

Nurhasan menegaskan jika pihak kampus dan keluarga diizinkan berkunjung ke Natuna, maka mereka akan berangkat ke Natuna. 

“Melihat perkembangan informasi saat ini dulu, sepertinya belum ada tanda-tanda mahasiswa Unesa boleh dikunjungi," tutur Nurhasan.