Salat Berjamaah, Rahasia Indonesia Patahkan Rekor Dunia Panjat Tebing

·Bacaan 1 menit

VIVA – Dua atlet panjat tebing Indonesia berhasil membuktikan diri jadi yang terbaik di level internasional. Bahkan dalam sehari, dua kali rekor dunia mereka pecahkan.

Rekor dunia dipecahkan pertama kali oleh Kiromal Katibin dalam kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing 2021 di Amerika Serikat. Catatan waktunya 5,25 detik.

Hasil ini membuatnya memutus rekor milik atlet Iran, Reza Alipour dengan catatan waktu 5,48 detik. Rekor yang dia torehkan pada 2017 silam.

Selang empat jam kemudian, rekor milik Kiro dipecahkan lagi oleh rekan senegara, yakni Veddriq Leonardo. Dia berhasil mencatatkan waktu 5,20 detik.

Veddriq membuka rahasia timnya bisa memecahkan rekor dunia. Rupanya, sebelum bertanding, tim panjat tebing melaksanakan salat berjamaah dan juga berdoa bersama.

"Persiapan yang kita lakukan itu agak unik. Sebelum berangkat latihan, kita bangun pagi dengan ibadah salat bersama. Lalu kita berdoa bersama," kata Veddriq saat berbincang dengan Kontributor tvOne untuk Amerika Serikat.

"Di ruang karantina diingatkan pelatih fokus kami memecahkan rekor. Urusan menang itu belakangan. Melihat persaingan dari level mancanegara biasa saja. Level kita sudah internasional. Mental tanding juga sudah siap," lanjutnya.

Training camp pelatnas panjat tebing sudah digelar sejak Juli 2020 di Jakarta. Itu membuat tim sudah kompak dan sanggup mematahkan rekor dunia.

"Pengalaman bertanding di sini luar biasa. Saya senang dan lega bisa memecahkan rekor. Kita memang latihan sudah dipersiapkan untuk memecahkan rekor dunia. Sudah ada target khusus dari pelatih," tutur Veddriq.

Laporan: Yanri Subekti

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel