Salat Jumat Perdana di Masjidil Haram, Jemaah Indonesia Diminta Datang Lebih Awal

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji Indonesia yang telah berada di Makkah untuk pertama kalinya melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram hari ini, Jumat (17/6). Total jemaah tiba di Makkah berjumlah 11 ribu orang.

Kasie Transportasi Daker Makkah, Asep Subhana, mengimbau jemaah yang ingin melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram agar datang lebih awal.

"Jemaah yang akan melaksanakan Jumat agar datang lebih dini menuju Masjidil Haram mengingat sudah beberapa negara memasuki Kota Makkah," kata Subhan kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah.

Subhan menambahkan, jemaah yang ingin ke Masjidil Haram lebih baik datang ke halte bus shalawat 1-2 jam sebelum azan berkumandang. Begitupun setelahnya, jemaah tidak tergesa-gesa menuju halte bus setelah selesai Salat Jumat mencegah penumpukan. Mengingat, cuaca Kota Makkah cukup panas kisaran 40-45 derajat celcius.

"Imbauan kami dari transportasi, agar jemaah berdiam sejenak di haram 1,15 jam baru menuju terminal. Agar terminal lengang lalu diangkut ke hotel masing-masing," jelas Subhan.

Dikarenakan masih pekan awal, lalu lintas menuju Masjidil Haram belum akan ditutup meskipun bertepatan Salat Jumat. Penutupan akses ke haram baru dilakukan bila jemaah haji tiba di Makkah mendekati 100 persen.

"Saat itu, kepolisian Saudi akan tutup-tutup akses ke Saudi mengingat mereka prioritaskan pejalan kaki. Biasanya 1-2 minggu sebelum Armina. Kalau sekarang belum ada penutupan, tapi agar terbiasa, jemaah diingatkan ketika menuju terminal bus tidak mendekati waktu salat, sehingga saat puncak haji, polanya sudah terbentuk," tutup Subhan. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel