Salim Ungkap Fakta Ucapan Jenderal Andika Isu Uang Suap Masuk TNI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belum lama ini petinggi militer Tentara Nasional Indonesia, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa mengeluarkan pernyataan tegas terkait adanya informasi liar yang terkait pungutan uang suap sebagai syarat bisa lolos menjadi prajurit TNI.

Pernyataan itu diucapkan Jenderal TNI Andika di hadapan ribuan orangtua yang anaknya sedang berjuang sebagai calon prajurit TNI Angkatan Darat melalui penerimaan tamtama 2021.

"Jadi bapak-bapak, ibu-ibu sekalian singkat saja pertemuan siang ini kami hanya ingin menjelaskan sekali lagi, bahwa pendaftaran yang dilakukan oleh putra dari bapak-bapak ibu-ibu sekalian itu, tidak ada sama sekali kewajiban apapun bentuknya untuk membayar. Jadi masuk untuk jadi Tamtama TNI AD itu gratis. Jadi jangan sampai nanti ada orang yang pesan kepada dari putra bapak-bapak, ibu-ibu, atau bahkan ada yang datang nanti ke bapak-bapak atau ibu-ibu bilang bahwa bisa bantu masuk itu tidak benar," ujar Jenderal TNI Andika Perkasa melalui teleconference.

Pernyataan itu disambut suka cita oleh para orangtua calon prajurit TNI yang selama dihantui isu terkait adanya pungutan uang pelicin masuk TNI.

Namun, apakah ucapan Jenderal TNI Andika dari Markas Besar TNI AD pada pekan lalu itu sesuai dengan fakta di lapangan?. Dan apakah isu uang suap masuk TNI benar adanya?.

Pada edisi kali ini, Rabu 7 April 2021, VIVA Militer, akan mengungkap semua itu melalui pernyataan seorang calon prajurit TNI yang baru saja mengikuti seleksi calon prajurit TNI AD.

Namanya remaja itu Kendi Nur Salim, dia merupakan salah satu calon prajurit TNI AD yang mengikuti pendaftaran Sekolah Calon Tamtama (Secata) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro, Jawa Tengah.

Nur Salim bukan anak orang kaya dan tidak memiliki uang jika memang harus membayar untuk bergabung menjadi prajurit TNI. "Awalnya ragu karena kalau harus bayar apalah daya orangtua kami," kata Nur Salim seperti tertulis dalam siaran resmi Komando Distrik Militer (Kodim) 0702/Purbalingga.

Ternyata keraguan Nur Salim terbayar kontan dengan sebuah harapan, sebab dia menjadi satu dari 19 pemuda asal Kabupaten Purbalingga yang terpanggil untuk mengikuti pendidikan Secata Kodam Diponegoro di Gombong pada 21 April 2021.

Dan terbukti, dia tak mengeluarkan uang satu rupiah pun sebagai suap agar bisa lolos menjadi siswa Secata Kodam Diponegoro. "Kami mengikuti pembinaan dari Kodim Purbalingga secara gratis dengan diarahkan berbagai hal tentang syarat menjadi anggota TNI termasuk pembinaan fisik," kata Nur Salim.

Perlu diketahui, memang selama ini isu tentang uang suap masuk TNI selalu gencar beredar saat pendaftaran Secata dibuka. Tak main-main, dalam isu yang beredar itu, nilai uang suap bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.

Hanya saja setelah apa yang dialami Nur Salim ini, apakah masyarakat masih ragu bahwa menjadi prajurit TNI itu gratis sesuai ucapan Jenderal TNI Andika?.

Baca: Hajar Juara Tinju Nasional, Prajurit TNI Masuk Dikawal Paspampres