Salim Segaf dorong dialog kebangsaan lintas agama rawat kebinekaan

Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri mendorong perlunya dialog kebangsaan lintas agama dengan ketulusan dan keteladanan untuk merawat kebinekaan bangsa Indonesia.

"Bangsa Indonesia diberikan anugerah kemajemukan. Maka, saya melihat kalau kita bisa bersatu, selalu mencari titik temu, siap bekerja sama dan berkolaborasi; (maka) Indonesia akan cepat maju, bahkan bisa berperan di tingkat global dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi," kata Salim Segaf dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikan saat ia memberikan orasi kebangsaan dalam acara dialog kebangsaan lintas agama sebagai rangkaian program "Dr. Salim Menyapa Indonesia" di Bandung, Jawa Barat.

Dia mengaku bersyukur dapat bertemu dan berdialog dengan tokoh lintas agama Jawa Barat, sehingga bukan hanya saling memahami dan saling bertoleransi, tapi juga mencari titik temu.

Dia berharap PKS bisa terus menjalin silaturahmi, terutama dengan tokoh lintas agama, karena seluruh umat agama memiliki peran kebangsaan yang sama dalam menjaga dan memajukan Indonesia.

"Tujuannya untuk mengokohkan semangat kolaborasi di antara elemen bangsa untuk menjawab berbagai permasalahan bangsa dan memajukan Indonesia," katanya.

Baca juga: Salim Segaf siagakan 80 ribu relawan PKS merespons bencana nasional

Menteri Sosial periode 2009-2014 itu menilai ketika seseorang menjadi pemimpin, maka harus mengakomodasi seluruh agama dan kelompok masyarakat.

"Dia harus pandai mengambil hati rakyat dan memenuhi hak-hak rakyat. Insya Allah jika PKS ditakdirkan memimpin negeri ini, apakah di level kota, kabupaten, provinsi, atau nasional, maka hak-hak umat beragama akan dijamin dan dimuliakan," tuturnya.

Dia menegaskan semua umat beragama memiliki tujuan sama yaitu mengokohkan Pancasila, melaksanakan UUD Negara RI 1945, dan menyukseskan tujuan bernegara sebagai cita-cita para pendiri bangsa. Oleh karena itu, keragaman agama, suku bangsa, dan budaya harus menjadi modal dasar.

Dalam acara tersebut, Salim Segaf didampingi oleh Wakil Ketua Majelis Syura sekaligus Gubernur Jawa Barat 2008-2018 Ahmad Heryawan dan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.

Acara tersebut juga dihadiri para tokoh lintas agama dari Bandung Raya perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tokoh Budha Tridarma, Tokoh Hindu, Tokoh Protestan, Tokoh Katolik, Komunitas Tionghoa, Tokoh Pembauran Indonesia, Vox Point Bandung, dan Kesbangpol Bandung.

Baca juga: Salim Segaf dorong perawatan manuskrip kuno Melayu di Pulau Penyengat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel