Salim Segaf Ingin PKS Jadi Milik Seluruh Rakyat Apapun Latar Belakangnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri mengunjungi Pulau Flores. Salim yang didampingi Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini serta jajaran DPP dan DPW PKS NTT menggelar acara Dialog Kebangsaan bersama Tokoh Lintas Agama, Adat dan Profesi di Hotel Green Prundi Labuan Bajo. Hadir dalam acara ini dan memberikan sambutan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Salim ingin PKS menjadi seperti Pulau Flores dengan seluruh keindahannya. PKS ingin menjadi milik seluruh rakyat Indonesia dan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia apapun latar agama, suku, budaya dan golongannya. PKS siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat di Flores NTT.

Menteri Sosial RI 2009-2014 ini tak henti mengajak elemen bangsa untuk mensyukuri keindonesiaan yang meskipun memiliki tingkat keanekaragaman dan kebhinnekaan yang begitu besar namun tetap harmonis dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

"Bangsa Indonesia ini luar biasa besar. Ada 17.508 pulau, 1300 suku bangsa, 715 bahasa, 6 agama, tetapi bangsa ini hidup rukun dalam persatuan. Kalau keberagaman itu ada di negara lain belum tentu bisa bersatu. Mengapa demikian karena kita memiliki local wisdom yaitu keramahan dan kesantunan," ungkapnya, Senin (12/9).

Menurut Salim, kebesaran Indonesia itu harus dijaga, caranya dengan terus mencari titik temu, membangun kebersamaan dan kolaborasi kebangsaan.

"Tiga cara kita menjaga Indonesia: Pertama, cintai negeri. Kedua, jaga NKRI. Ketiga, sejahterakan seluruh rakyat," pungkas Salim.

Selain itu, Salim menyatakan kekagumannya terhadap keramahan dan kehangatan masyarakat Flores. Apalagi disambut dengan prosesi adat yang maknanya sangat dalam.

"Saya datang ke sini seperti pulang kampung. Luar biasa penyambutannya, warganya ramah dan wajah-wajahnya penuh senyum. Ini menandakan kita satu bangsa bahkan satu keluarga," ungkapnya.

Sebagai wilayah yang menjadi destinasi pariwisata nasional Pulau Flores khususnya Manggarai Barat menyimpan pesona yang luar biasa dan menarik banyak sekali wisatawan asing maupun domestik.

"Benar adanya Manggarai Barat bukan lagi milik NTT atau Indonesia, bahkan sudah milik dunia," kata Salim.

"Manggarai Barat khususnya Labuan Bajo, Pulau Komodo, sebagai destinasi wisata menjadi wajah Indonesia. Keindahan alam digabungkan dengan budaya masyarakat yang ramah dan hangat menjadi magnet yang membuat siapapun yang datang pasti ingin kembali lagi," ujarnya. [eko]