Salim Segaf Minta Kepala Daerah dari PKS Bisa Adil dan Inovatif

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al Jufri menyampaikan pesan agar kepada daerah dari partai dakwah tersebut bisa menekankan transparansi, inovasi, dan adil. Tiga hal ini dinilainya penting dalam aspek kepemimpinan

Demikian Salim memberikan arahan saat acara silaturahim nasional kepemimpinan daerah. Sejumlah kepala daerah yang merupakan kader PKS hadir dalam acara tersebut.

Salim mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran di daerah wajib dikelola secara jujur dan transparan. Jabatan kepala daerah adalah amanat dari rakyat yang harus dijalankan.

"Kelola dengan hati-hati, harus jujur dan amanat mengelola anggaran rakyat. Jangan main-main," kata Salim, dalam keterangannya, yang dikutip pada Senin, 21 Maret 2021.

Menurut dia, kepala daerah mesti melakukan inovasi dalam pengelolaan pemerintahannya. Ia bilang roda pemerintahan yang inovatif berimbas positif terhadap kemudahan masyarakat mendapatkan pelayanan.

Salim menceritakan pengalamannya dalam membuat terobosan saat menjabat Menteri Sosial era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Mudahkan masyarakat dalam memberikan layanan. Dulu saat di Kementerian Sosial kita buka layanan satu atap. Semua persoalan pendidikan, kemiskinan dan sosial semuanya ada di situ. Mudahkan masyarakat," jelas Salim.

Selain itu, Salim menambahkan pentingnya pelaksanaan kepemimpinan yang adil. Bagi dia, pemimpin daerah diibaratkan seorang bapak. Sementara, rakyat adalah sang anak dari kepala daerah.

Pun, ia menekankan salah satu yang bisa dilakukan kepala daerah dari PKS dengan bisa mendengarkan langsung aspirasi rakyat miskin.

"Tidak mungkin seorang bapak mau mencelakaan anaknya. Tidak mungkin berbuat zalim, tidak mungkin rakyat diperlakukan begitu," ujar Salim.

Sementara, Presiden DPP PKS, Ahmad Syaikhu mengatakan, kepala daerah dari PKS harus bijak menggunakan kekuasaan untuk tujuan kebaikan. Kata dia, kebijakan yang baik harus dirasakan rakyatnya.

"Bagaimana jika mempunyai kekuasaan dimanfaatkan untuk salurkan kebaikan, dirasakan oleh banyak orang, sehingga kesempatan itu semakin besar untuk meraih surga-Nya Allah," ujar Syaikhu.