Saling Bantu Makamkan Tunawisma di Samarinda

Merdeka.com - Merdeka.com - Joko Pratama (48), seorang warga terlantar dan menggelandang di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal hari Sabtu (21/1). Jenazah pria asal Jawa Barat itu akhirnya baru dimakamkan hampir 24 jam hari Minggu (22/1) sore.

Keterangan diperoleh, jenazah Joko Pratama berada RSUD IA Moeis. Pemulasaran dan pemakaman, terkendala biaya. Padahal, Joko tidak memiliki satu orang pun keluarga di Samarinda. Kabar itu sampai di telinga relawan kemanusiaan di Samarinda.

"Kami dapat info, ada yang kesulitan untuk melakukan pemulasaran jenazah atas nama Joko Pratama. Padahal meninggal sudah sejak hari Sabtu," kata Ketua Relawan Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto, dikonfirmasi merdeka.com.

Meski menggelandang di Samarinda, Joko Pratama memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Almarhum kelahiran Indramayu, Jawa Barat, dan beramat tinggal terakhir di Dusun Krajan, Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Belum diketahui persis bagaimana Joko bisa berada di Samarinda.

Syarifah Halimah, petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial Kota Samarinda kepada merdeka.com menerangkan, sebelumnya Joko Pratama tinggal menggelandang di sekitar Jembatan Mahakam, hingga akhirnya dibawa tim TKSK ke RSUD IA Moeis Samarinda.

"Masuk hari Jumat, meninggal hari Sabtu sore," ujar Halimah.

Kabar beredar siang ini tadi pemulasaran dan pemakaman tidak bisa dilakukan berkaitan soal biaya. Kabat itu sempat alot dan tarik ulur. Di sela itu, paguyuban Jawa Barat di Samarinda sedang berupaya mencari keluarga Joko Pratama sesuai alamat identitasnya namun hasilnya tidak ditemukan.

Manajemen RSUD IA Moeis angkat bicara, dan akhirnya memastikan tidak ada biaya yang harus ditanggung Joko Pratama. Mulai dari saat perawatan hingga pemulasaran. Sore ini tadi, akhirnya jenazah dijemput ambulan tim INAFIS Satreskrim Polresta Samarinda untuk dibawa ke pemakaman.

"Alhamdulillah, sejak awal (Joko Pratama) ditangani teman-teman TKSK Dinas Sosial. Jadi, semua prosedur sudah dilakukan dan jenazah sudah dijemput untuk dimakamkan," kata Direktur RSUD IA Moeis Samarinda dr Syarifah Rahimah dikonfirmasi merdeka.com terpisah.

"Begitu saya dapatkan informasi ada jenazah terlantar belum dimakamkan, saya langsung kerahkan tim ambulan untuk menjemput. Sebagai manusia kita wajib menolong saudara kita yang kesusahan, dan INAFIS akan segera membantu pemakamannya. Semua untuk masyarakat," kata Kasubnit INAFIS Satreskrim Polresta Samarinda Aiptu Harry Cahyadi dalam pernyataan terpisah kepada merdeka.com

Adalah Suryansyah, atau kerap disapa Haji Sasa, salah seorang tokoh masyarakat di Samarinda ikut turun tangan menyediakan pemakaman warga terlantar itu tanpa dipungut biaya. Lokasinya ada di Jalan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

"Ada lahan wakaf untuk pemakaman orang tidak mampu. InsyaAllah sanggup untuk 100 jenazah dan biayanya gratis. Kasihan kalau ada jenazah, kalau lama tidak dimakamkan," kata Haji Sasa.

Tim INAFIS, PMI, dan relawan gabungan akhirnya memakamkan Joko Pratama setelah hampir 24 jam, di lahan pemakaman yang telah ditentukan hingga selesai. [eko]