Saling Ejek via Media Sosial Memicu Tawuran Pelajar di Tarakan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tarakan - Belasan anak baru gede (ABG) di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) terpaksa diamankan ke Polsek Tarakan Barat. Pasalnya, para ABG yang masih berstatus pelajar ini terlibat aksi perkelahian, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Penyebabnya sepele, sebelum terjadinya perkelahian, anak-anak yang diamankan ini saling ejek di media sosial (medsos). Parahnya lagi, salah seorang anak kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis badik.

Kapolsek Tarakan Barat, Iptu Angestri Budi Reswanto menerangkan, belasan anak ini diamankan setelah Polsek Tarakan Barat menerima laporan, bahwasanya terjadi perkelahian di kawasan Hutan Mangrove, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tarakan Barat.

"Setelah menerima laporan itu anggota langsung bergerak, benar saja setelah anggota sampai di sana (kawasan Hutan Mangrove) ada belasan anak melakukan perkelahian," terang Iptu Angestri, Selasa (12/10/2021).

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Bawa Senjata Tajam

Ilustrasi pelajar jalan jongkok menuju Polres Bekasi karena tawuran. (Liputan6.com/Fernando Purba)
Ilustrasi pelajar jalan jongkok menuju Polres Bekasi karena tawuran. (Liputan6.com/Fernando Purba)

Tanpa pikir panjang, Iptu Angestri menjelaskan, angota yang melihat aksi itu langsung mencoba mengamankan anak-anak tersebut. Bahkan, ada yang sempat berupaya melarikan diri setelah melihat kedatangan petugas.

"Tapi tetap berhasil kita amankan, total ada 13 anak yang kita amankan karena terlibat aksi perkelahian itu," jelas perwira balok dua itu.

Sebelum digiring ke Kantor Polsek Tarakan Barat guna dimintai keterangan, Iptu Angestri mengungkapkan, anggota di lapangan sempat melakukan penggeledahan terhadap belasan anak yang diamankan ini.

"Kita geledah dulu sebelum digiring ke Polsek, dari hasil penggeledahan itu salah satu orang kedapatan membawa badik," ungkapnya.

Saling Ejek di Media Sosial

Puluhan pelajar Jakarta dan Tangerang diamankan polisi saat hendak tawuran usai mengikuti hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. (Liputan6.com/ Pramita Tristiawati)
Puluhan pelajar Jakarta dan Tangerang diamankan polisi saat hendak tawuran usai mengikuti hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. (Liputan6.com/ Pramita Tristiawati)

Saat dimintai keterangan di Polsek Tarakan Barat, Iptu Angestri menuturkan, perkelahian ini dipicu hanya karena saling ejek di medsos. Setelah saling ejek, kedua kubu akhirnya janjian ketemu di tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi mereka janjian untuk menyelesaikan masalah, bukannya menyelesaikan masalah dengan baik, 13 anak ini justru terlibat perkelahian dan pengeroyokan," tuturnya.

"Dalam aksi tawuran itu, sembilan melawan empat orang, yang empat orang ini dikeroyok oleh kubu yang berjumlah sembilan orang," tambah mantan KBO Sat Resnarkoba Polres Tarakan.

Butuh Peran Orangtua

Puluhan pelajar yang hendak tawuran diamankan polisi di Bekasi (Foto: Liputan6.com/Bam Sinulingga)
Puluhan pelajar yang hendak tawuran diamankan polisi di Bekasi (Foto: Liputan6.com/Bam Sinulingga)

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Iptu Angestri menegaskan, Polsek Tarakan Barat telah memanggil semua orangtua yang anaknya terlibat perkelahian. Tujuannya, untuk dilakukan mediasi antara kedua kubu.

"Kita tidak lakukan penahanan, tapi kita mediasikan agar permasalahan ini tidak berlarut, meski begitu belasan anak ini kita buatkan surat pernyataan dan wajib lapor agar tidak mengulangi perbuatannya," tegasnya.

Dengan adanya kejadian ini, Iptu Angestri mengimbau agar para orangtua dapat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya khususnya pada malam hari. Agar, ke depannya hal serupa tidak terulang sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Saya juga ingatkan, kepada para orangtua untuk tidak memberikan atau mengizinkan anaknya yang masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM membawa kendaraan bermotor," imbaunya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel