Saling Jaga, Inovasi Kitabisa dalam Meringankan Beban Biaya Pengobatan Penyakit Kritis

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Situs penggalagangan dana Kitabisa.com mengenalkan inovasi bantuan bagi orang yang terdiagnosis penyakit kritis sebesar Rp100 juta hanya dengan bersedekah Rp150 yang disebut Saling Jaga.

Cara kerjanya sederhana, setiap anggota bersedekah minimal Rp 10.000 untuk mendaftar. Jumlah sedekah yang diberikan di awal akan menjadi saldo anggota tersebut yang dikumpulkan di kas bersama.

Jika ada anggota yang terdiagnosis penyakit kritis dan mengajukan bantuan, maka setiap anggota lainnya akan otomatis menyalurkan sebagian saldo mereka dengan sistem bagi rata. Semakin besar jumlah anggota maka semakin kecil jumlah bagi rata yang perlu diberikan oleh masing-masing anggota setiap kali ada yang membutuhkan bantuan.

Untuk dapat mengajukan bantuan, anggota harus menjaga saldo mereka minimal Rp10.000. Per Maret 2021, tercatat ada lebih dari 650 ribu anggota yang sudah bergabung di Kitabisa Saling Jaga dan telah menyalurkan bantuan total Rp2 Miliar kepada 500 orang anggota yang terdiagnosa positif COVID-19 atau penyakit kritis.

Salah satu contoh anggota yang menerima manfaat dari inovasi ini adalah Prisma (25) asal Samarinda. Ia harus menjalani tiga pekerjaan setiap harinya untuk menghidupi ibu dan saudaranya yang belum bekerja. Setiap harinya Prisma bekerja sebagai karyawan kontrak di siang hari, bekerja sebagai ojek daring di sore hari, dan bekerja paruh waktu di malam hari.

Di tengah kondisi yang sulit, Prisma justru divonis positif COVID-19, sehingga harus melakukan isolasi mandiri dan otomatis tidak ada penghasilan.

Beruntung, segera setelah divonis positif terkonfirmasi COVID-19, Prisma yang terdaftar sebagai anggota Saling Jaga dan memiliki saldo di atas Rp10 ribu dapat mengajukan bantuan tunai melalui aplikasi untuk membantu membiayai kebutuhan sehari-harinya.

Setelah pengajuan, Prisma diverifikasi oleh tim Saling Jaga, ia mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp 5 juta. Bantuan ini diambil dari kas bersama ratusan ribu anggota Kitabisa Saling Jaga. Dengan sistem bagi rata, setiap saldo anggota hanya terpotong sekitar Rp 7 untuk membantu Prisma.

“Ibu saya nggak punya penghasilan tetap dan saudara saya juga belum bekerja. Jadi alhamdulillah dengan bantuan ini, saya sangat terbantu tidak hanya untuk proses pengobatan saya tapi juga untuk ekonomi saya sekeluarga sehari-hari selagi tidak ada penghasilan”, ujar Prisma dalam keterangan pers Kitabisa, Jumat (9/4/2021).

Menggunakan Prinsip Syariah

CEO Kitabisa, Alfatih Timur mengatakan bahwa konsep Saling Jaga adalah pengembangan dari kegiatan tolong menolong yang sudah dilakukan Kitabisa sejak berdiri.

“Sejak 7 tahun berdiri, sudah ada jutaan pengguna Kitabisa menolong ribuan penggalangan dana, khususnya untuk kategori kesehatan,” katanya.

“Bedanya kalau sebelumnya tolong-menolong menunggu ada yang butuh bantuan baru kita berdonasi/menolong, sekarang sebelum ada yang butuh kita sudah berdonasi untuk saling menjaga satu sama lain agar saat butuh bantuan bisa langsung tertolong,” tambah Alfatih.

Adiwarman Karim, praktisi ekonomi syariah sekaligus anggota Dewan Syariah Nasional MUI juga mengonfirmasi bahwa konsep Saling Jaga ini sejalan dengan konsep Ta’awun dalam Islam, yaitu praktik tolong-menolong untuk kebaikan bersama.

“Pada dasarnya dalam ilmu syariah, konsep Ta’awun ini sama dengan sedekah berjamaah. Kita kumpulkan uang bersama-sama, jika ada yang sakit kita bantu bersama-sama, dan sebaliknya jika kita sakit, kita juga dibantu bersama-sama”, jelas Adiwarman dalam rilis yang sama.

Infografis Kunci Hadapi COVID-19 dengan Iman, Aman dan Imun

Infografis Kunci Hadapi Covid-19 dengan Iman, Aman dan Imun. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kunci Hadapi Covid-19 dengan Iman, Aman dan Imun. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini