Salon di Malaysia Tawarkan Desain Kuku Palsu dari Karakter Squid Game

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Serial Netflix Korea Selatan yang populer, Squid Game, masih terus menjadi perhatian penggemar hingga saat ini. Drama Korea atau drakor ini disukai banyak orang karena berhasil mengaduk-aduk emosi para penontonnya.

Berbagai hal seputar serial tersebut mampu menarik perhatian, bahkan dijadikan ide dalam membuat produk. Contohnya, sebuah salon kuku di Malaysia menjadikan drama yang dibintangi Lee Jung Jae ini sebagai inspirasinya dalam membuat kuku-kuku palsu.

Maniqure, salon kuku yang berbasis di Sri Petaling, Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu, Sabah, ini baru saja mengunggah desain kuku yang rumit di Facebook mereka.

Unggahan itu sampai dibagikan lebih dari 11 ribu kali. Dilansir Says, 8 Oktober 2021, desainnya mencakup beberapa karakter utama dari serial Squid Game, serta adegan dan sosok ikonik dari berbagai episode.

Ada karakter Lee Jung Jae, Sae Byeok, kotak berpita merah muda, boneka dari permainan "Lampu Merah, Lampu Hijau" sampai topeng-topeng yang dikenakan oleh para VIP. Meski ada yang terinspirasi dari beberapa karakter antagonis dan menyeramkan, deretan desain kuku palsu ini terlihat begitu menggemaskan.

Apalagi, modelnya yang press-on bisa membuat kuku-kuku ini bisa digunakan kembali beberapa kali.Setiap set kuku-kuku tersebut dijual dengan harga antara RM140 hingga RM186 atau sekitar Rp476 ribu hingga Rp632 ribu. Anda bisa memilih ukuran dan bentuk kuku, atau menyesuaikannya sesuai dengan preferensi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sepatu Kets

Salon di Malaysia Tawarkan Desain Kuku Palsu dari Karakter Squid Game. foto: Facebook @Maniqure
Salon di Malaysia Tawarkan Desain Kuku Palsu dari Karakter Squid Game. foto: Facebook @Maniqure

Selain kuku palsu, produsen sepatu juga ketiban durian runtuh. Penjualan sepatu kets slip-on putih dari Vans rilisannya melambung 7,8 ribu persen, menurut Sole Supplier.

Beberapa hari setelah Squid Game debut di Netflix, mengutip SCMP, Sabtu, 9 Oktober 2021, pencarian global untuk tracksuit dan sepatu kets putih yang dikenakan kontestan drama tersebut naik masing-masing sebesar 97 persen dan 145 persen, menurut Lyst Insights. Sementara, pencarian jumpsuit merah mirip seperti yang dipakai penjaga di serial melonjak 35 persen.

Sebagaimana diketahui, di drama garapan Hwang Dong Hyuk ini kontestan memainkan serangkaian permainan anak-anak yang fatal untuk berkesempatan memenangkan hadiah uang sekitar 38 juta dolar AS.Kurang dari sebulan setelah perilisannya, drama yang awalnya dibandingkan dengan Alice in Borderland ini jadi salah satu drama paling banyak ditonton di Netflix.

Kesuksesannya pun menginspirasi ribuan penggemar untuk cosplay dan menyiapkan kostum Halloween berdasarkan fesyen drama yang sederhana dan mudah dikenali.

Merchandise Resmi

Squid Game. (Netflix)
Squid Game. (Netflix)

Sementara banyak orang membuat DIY kostum Squid Game, tim produksi serial tersebut sebenarnya telah merilis merchandise resmi. Sayangnya, melansir Koreaboo, produk-produk ini dinilai gagal memenuhi harapan penggemar.

Di media sosial, terutama warganet Korea Selatan, menyuarakan kekecewaan mereka, menyebut lini merchandise yang dirilis kurang menarik. Dapat dibeli di toko online resmi Netflix, penggemar dapat memilih berbagai produk.

Salah satu item-nya adalah kaus berdesain ruang tangga berwarna-warni yang dijual seharga 34,95 dolar AS (Rp498 ribu). Ada juga kaus nomor pemain ikonis yang dibanderol 39,95 dolar AS (Rp570 ribu).

Melihat susunan produknya, warganet menganggap bahwa tim produksi tidak memikirkannya secara matang. Mereka menyoroti "kualitas desain yang kurang menarik" dalam presentasi produk-produk tersebut.

Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel