Salut, Hansip Ini Tolak Duit Rp2,5 Juta Bikin Mantan Bupati Hormat & Cium Tangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Suroso, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai hansip di Dusun Kalibening, Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang bikin salut. Sampai-sampai seorang mantan bupati hormat dan mencium tangannya.

Suroso menolak pemberian uang Rp2,5 juta yang ditawarkan mantan Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi.

Ia bertugas mengarahkan jalan bagi rombongan DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di lokasi pembibitan alpukat di Dusun Kalibening.

Mulanya Kang Dedi menanyakan pada Suroso apakah rombongan DPR RI sudah melintas menuju lokasi atau belum. Suroso mengatakan, hingga waktu tersebut belum ada rombongan atau iring-iringan menuju lokasi.

Kang Dedi pun meminta Suroso untuk masuk ke mobilnya untuk menunjukkan jalan menuju lokasi. Namun, Suroso menolak dengan halus dengan alasan sedang menjalankan tugas menjaga dan mengarahkan jalan di tempat tersebut.

"Ayo naik ke mobil saya, kita ke atas tolong antarkan. Nanti setelah sampai atas, turun lagi pakai mobil saya," ujar Kang Dedi.

"Maaf, Pak, saya jaga di sini saja pak. Saya menjalankan tugas," jawab Suroso.

"Kan ini rombongan belum datang, sudah ayo ikut saya nanti dikasih Rp500.000," timpal Kang Dedi yang lagi-lagi ditolak oleh Suroso.

Penasaran dengan keteguhan hati Suroso, Kang Dedi pun keluar dari mobil untuk mengobrol. Dari obrolan tersebut terungkap jika Suroso hanya menerima gaji Rp500.00 untuk tiga bulan. Selebihnya ia diberi tanah bengkok untuk pembibitan alpukat.

"Nah kan ini ke atas antar saya paling 10-15 menit dapat Rp500.000, bapak digaji Rp500.000 tiga bulan," ucap Dedi.

Lagi-lagi tawaran tersebut ditolak dengan halus oleh Suroso. Ia tetap teguh pada pendirian bahwa telah diberi tugas oleh kepala dusun untuk menjaga tempat tersebut.

Bahkan saat Kang Dedi menaikkan tawarannya menjadi Rp1 juta pun Suroso tetap menolaknya.

"Enggak, Pak, terima kasih. Saya menjalankan tugas saja," ucap Suroso.

Selain patuh terhadap pekerjaan, terungkap jika Susoro merupakan sosok penyayang keluarga. Sebelum menjadi hansip seperti saat ini, ia sempat menikmati gaji cukup besar saat bekerja di Kalimantan.

"Dulu sebelum kerja di sini kerja serabutan, pernah juga kerja di Kalimantan 5 tahun di pengukuran kayu. Waktu itu cuti pulang karena ibu sakit, kemudian dirawat sampai meninggalnya, saya gak kembali lagi," katanya.

"Jadi demi ibu meninggalkan tempat kerja? Keren, hebat banget. Bapak ini luar biasa meninggalkan gaji besar di Kalimantan demi merawat ibu sampai meninggalnya," ucap Kang Dedi.

Saat ini Suroso menafkahi satu istri dan dua anaknya mengandalkan profesi hansip yang dilakoninya. Selain itu ia pun memanfaatkan tanah bengkok untuk pembibitan alpukat di dusunnya.

Di tengah obrolan, Kang Dedi kembali menawarkan uang menjadi Rp2 juta. Namun lagi-lagi ditolak oleh Suroso. Begitu pun saat uang kembali naik menjadi Rp2,5 juta yang lagi-lagi ditolak.

"Enggak, Pak, terima kasih, saya menjalankan tugas saja. Saya jalankan perintah saja, kasihan kalau rombongan enggak tahu jalan," ucap Suroso.

Kang Dedi pun berjalan meninggalkannya sambil sesekali menoleh ke belakang menawarkan uang tersebut. Namun Suroso tetap teguh pada pendiriannya untuk menjalankan tugas mengatur jalan.

salut, hansip ini tolak duit rp2,5 juta bikin mantan bupati hormat & cium tangan
salut, hansip ini tolak duit rp2,5 juta bikin mantan bupati hormat & cium tangan

Hingga akhirnya Kang Dedi Mulyadi kembali menemui Suroso dan langsung memberikan uang tersebut. Suroso pun kaget karena secara tiba-tiba uang tersebut diberikan padahal ia tak mengantarkan Kang Dedi ke lokasi acara.

"Terima kasih, saya hormat sama bapak. Bapak ini memang layak dan mantab. Bapak ini orang hebat, tidak tergoda dengan duit walaupun tidak punya duit. Bapak hebat," ucap Kang Dedi sambil mencium tangan Suroso.

"Bapak ini hidup pada pengabdian. Pak Suroso seperti arti namanya memiliki rasa yang baik," kata Kang Dedi yang kembali mencium tangan Suroso. [rhm]