Salzburg Vs Bayern Munich, Perpanjang 13 Kemenangan Beruntun

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVASalzburg menjalani lanjutan Grup A Liga Champions dengan menjamu Bayern Munich di Red Bull Arena, Rabu dini hari WIB 2020. Tidak mudah bagi tuan rumah untuk bisa memenangkan pertandingan.

Salzburg vs Bayern Munich adalah pertemuan pemuncak klasemen dengan penghuni posisi buncit. Dua kemenangan sebelumnya didapatkan skuad asuhan Hansi Flick atas Atletico Madrid dan Lokomotiv Moscow.

Sedangkan Salzburg baru punya satu poin hasil imbang melawan Lokomotiv Moscow. Mereka harus berjuang ekstra keras untuk meladeni permainan Bayern yang datang dengan motivasi bagus.

Bayern sejauh ini mencatatkan 13 kemenangan beruntun di Liga Champions. 11 di antaranya merek dapatkan di musim lalu, sampai akhirnya menggondol gelar juara.

Bek Bayern, David Alaba mengungkap rasa semangatnya menjalani pertandingan ini. Karena kebetulan dia sekalian pulang ke negara asalnya, Austria.

"Saya betul-betul bersemangat. Selalu menyenangkan bisa kembali ke Tanah Air Anda," ujar Alaba, dikutip dari laman resmi UEFA.

"Kami tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan di Liga Champions. Dan kami betul-betul ingin melanjutkan rekor ini," imbuhnya.

Namun kepercayaan diri pemain coba diredam oleh Flick agar tak berlebihan. Dia tak mau nantinya malah mereka yang terpleset oleh Salzburg.

Sebagai tim yang belum pernah mendapatkan kemenangan, Salzburg pasti akan berjuang semaksimal mungkin meladeni permainan Bayern. Apalagi mereka punya skuad yang bisa bersaing di level atas.

Cara bermain Salzburg juga sudah coba dipelajari oleh Flick. Tim yang membangun semangat ofensif dengan target mencecar daerah kotak penalti lawan.

Bukan tidak mungkin, pertandingan Salzburg vs Bayern akan berjalan dengan sengit. Dan tentunya menurut Flick itu bakal jadi sajian menarik bagi para penonton.

"Mereka memiliki pemain muda berbakat dalam tim. Cara mereka bermain yang modern. Mereka juga selalu coba bermain langsung ke arah gawang lawan. Ini akan jadi pertandingan yang menyenangkan," tutur juru taktik berusia 50 tahun itu.