Sama Berwarna Coklat, Ini Perbedaan Seragam Polisi dan Satpam

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 3 menit

VIVASeragam satpam yang baru dengan warna mirip dengan seragam anggota polisi secara kasat mata akan sulit dibedakan masyarakat awam. Seragam ini mulai resmi dikenakan satpam tahun 2021.

Namun, bukan berarti tidak ada beda antar keduanya. Lalu, dimana letak perbedaannya?

Kasubdit Binsatpam Polsus Binmas Polda Metro Jaya, AKBP Jajang Hasan Basri menjelaskan perbedaan pertama ada warna. Sebenarnya, ada penurunan warna pada seragam satpam yang baru.

"Perbedaanya adanya gradasi penurunan warna. Polri cokelat di bawahnya gradasi 20 persen. Memang agak sulit dibedakan di lapangan," ucap dia di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 16 April 2021.

Kemudian, perbedaan kedua ada pada atribut logo Polri. Dirinya menjelaskan kalau pada seragam Korps Bhayangkara, logo Polri berada di lengan kiri, berbeda dengan seragam satpam. Untuk seragam satpam, logo tersebut adanya di bagian lengan kanan.

"Kalau Polri ditempatkan di lengan kiri, kalau satpam di kanan. Kemudian logo satpam harus dilihat beda dengan logo Polri," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, perbedaan yang nampak jelas membedakan adalah kalau satpam diwajibkan menggunakan ikat pinggang atau kopel yang dilengkapi dengan borgol dan tongkat. Hal itu merupakan perbedaan paling mencolok yang bisa membuat masyarakat agar tidak keliru.

"Kalau satpam baik itu menggunakan kopel semuanya, karena harus menggunakan perlengkapan yaitu tongkat dan borgol, selain itu nggak boleh seperti sangkur itu tidak dibolehkan," ujar dia.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menjelaskan sesuai Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 tentang pengaman swakarsa bahwa ada perubahan warna seragam Satpam.

“Jadi ada lima jenis pakaian dinas anggota Satpam disertai pangkatnya, yakni pakaian dinas harian (PDH), pakaian dinas lapangan khusus (PDL Sus), pakaian dinas lapangan satu (PDL Satu), pakaian sipil harian (PSH) dan pakaian sipil lengkap (PSL),” kata Awi pada Senin, 14 September 2020.

Di samping itu, Awi menjelaskan, filosofi pakaian seragam Satpam yang warna cokelat muda atau baju dan cokelat tua untuk celana, dengan makna cokelat identik dengan warna tanah atau bumi, kayu dan batu yang berarti warna alami.

“Cokelat merupakan warna netral yang melambangkan kebersahajaan, pondasi, stabilitas, kehangatan, rasa aman dan nyaman serta rasa percaya keanggunan, ketabahan dan kejujuran,” ujarnya.

Adapun filosofi kemiripan seragam satpam dengan Polri, Awi berharap terjalin seperti yang diharapkan yakni kedekatan emosional antara Polri dan satpam, menumbuhkan kebanggaan satpam sebagai pengembang fungsi Kepolisian terbatas.

“Memuliakan profesi satpam dan menambah pergelaran fungsi Kepolisian di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) merupakan pasukan sipil bersenjata yang pernah dibentuk Jenderal (Purn) Wiranto tahun 1998, saat masih menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan merangkap Panglima ABRI era Presiden Bacharudin Jusuf Habibie.

Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata yang dibentuk untuk membendung aksi demonstrasi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) pada 1998.

Pam Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa yang menentang SI MPR selama sidang berlangsung. Kelompok pengamanan sipil itu juga terlibat bentrokan dengan masyarakat yang merasa resah dengan kehadiran mereka.

Tak hanya mengamankan Gedung DPR/MPR, Pam Swakarsa juga dikirimkan melalui truk-truk ke lokasi yang potensial menjadi daerah demonstrasi dan orasi mahasiswa, seperti Tugu Proklamasi dan Taman Ismail Marzuki. Bahkan, kelompok sipil ini menggelar patroli malam dengan iringan mobil polisi.

Meski kelompok ini 'gampang panas' dan dikecam berbagai pihak, namun Wiranto tetap mempertahankan eksistensi Pam Swakarsa kala itu.

Baca juga: Tegas ke Pelanggar Prokes, Polri Ganjar Satpam di Makassar Penghargaan