Samad: Calon Tersangka Kasus Hambalang Banyak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyatakan kasus proyek Pusat Olahraga Hambalang diduga melibatkan banyak orang dari banyak pihak.

Ia memastikan orang yang akan menjadi tersangka kasus ini lebih dari seorang dan ada indikasi keterlibatan pejabat negara dan politisi.

"Kasus Hambalang ini banyak. Jadi, tersangkanya bisa saja datang dari Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), politisi, dan dari siapa saja. Kasus Hambalang juga tidak mungkin melibatkan satu orang saja," beber Abraham usai rapat dengan Tim Pengawas (Timwas) kasus Century di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Jawaban itu disampaikan Abraham saat ditanya wartawan tentang tersangka pertama yang akan ditetapkan KPK dalam waktu dekat.

Menurut Abraham, saat ini penanganan kasus Hambalang di KPK masih pada tahap penyelidikan. Namun, Satuan Tugas (Satgas) KPK juga tengah berusaha agar bisa melengkapi bukti-bukti dan bisa menetapkan tersangka.

Abraham belum bisa memastikan waktu pasti penetapan tersangka tersebut.

Ia mengatakan akan meminta laporan ke Satgas KPK yang menangani kasus Hambalang ini untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut.

"Sekali lagi saya katakan, jangan sampai kasus ini seperti kemarin-kemarin, saya umumkan cepat (jadi) salah, sekarang saya (begini dibilang) lambat. Jadi, saya harus bagaimana, bingung juga," ucap pimpinan KPK yang berlatar belakang aktivis LSM antikorupsi Makassar itu.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.