Samarinda dan Balikpapan Tolak Ujian Nasional

TEMPO.CO, Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan dua kota di daerah itu yang menolak menggelar ujian nasional. Dua kota itu adalah Balikpapan dan Samarinda.

Penolakan ini menyusul belum tuntasnya distribusi soal ujian ke sejumlah sekolah di Kalimantan Timur. "Lagipula instruksi penundaan ujian nasional hanya disampaikan melalui lisan, tidak tertulis, sehingga tidak ada dasar hukumnya," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Kamis 18 April 2013.

Komisi X DPR RI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat menyusul carut marut distribusi soal ujian ke 333 SMA, 190 SMK dan 101 Paket C. Keputusan Balikpapan dan Samarinda menolak menggelar ujian nasional dibuat saat pertemuan itu.

"Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur langsung menghubungi masing-masing Kepala Dinas kota dan kabupaten. Jawabannya, ada yang menolak menggelar ujian nasional," kata Sudirman.

Selain itu, lanjut dia, alasan penolakkan disebabkan harus menggandakan sendiri materi ujian sebanyak 249 ribu lembar dalam hitungan jam. "Tidak akan ada yang sanggup memfoto kopi materi ujian itu," ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi X DPR, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur, Musyarim berkali-kali berbicara dengan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh via sambungan telepon.

Dalam arahannya, Menteri Nuh tetap menginstruksikkan agar ujian nasional tetap dilaksanakan dengan cara menggandakan materi ujian dan mengundur jam pelaksanaan. Keputusan Menteri Nuh mendapat kecaman dari Komisi X DPR maupun peserta rapat.

Lantaran Menteri Nuh dinilai arogan, maka perwakilan dari Kota Balikpapan dan Samarinda menyatakan menolak menggelar ujian nasional Keputusan itu mendapat dukungan peserta rapat termasuk DPR RI.

SG WIBISONO

Topik terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Harta Djoko Susilo

Berita lainnya:

Hakim Setyabudi Diduga Menerima Gratifikasi Seks

@SBYudhoyono Follow Artis-artis Ini 

Ujian Nasional Seperti Balapan Bajaj dengan Mercy

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.