Samarinda sudah berstatus zona hijau COVID-19

·Bacaan 2 menit

Kota Samarinda, Kalimantan Timur, telah beralih status menuju zona hijau COVID-19, setelah satu pasien positif yang tersisa di wilayah tersebut sudah dinyatakan sembuh berdasarkan update kasus harian Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim, Selasa.

Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan Samarinda menyusul Kabupaten Mahakam Ulu yang lebih dulu berada di zona hijau COVID-19.

“Saat ini baru dua wilayah di Kaltim yang sudah nihil kasus, yakni Samarinda dan Mahakam Ulu,” kata Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Selasa.

Sedangkan tujuh wilayah Kaltim lainnya diantaranya Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, Berau, Bontang dan Balikpapan berada di zona kuning, dengan jumlah pasien positif yang dirawat kurang dari 25 orang.

Baca juga: Satgas: Samarinda dan Mahakam Ulu berpeluang jadi zona hijau COVID-19

Baca juga: Satgas sebut Kaltim terbebas dari zona merah COVID-19

Andi menambahkan satu wilayah Kaltim lainnya yakni Kutai Barat masih bertahan di zona oranye dengan jumlah pasien positif dirawat kurang dari 50 orang.

Berdasarkan update kasus harian Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim per 19 April 2022, menyebutkan telah terjadi penambahan pasien sembuh 17 orang, kasus terkonfirmasi positif bertambah 8 orang dan meninggal dunia bertambah satu orang.

Andi menegaskan jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih menjalani perawatan di wilayah Kaltim terus mengalami penyusutan, saat ini jumlahnya hanya tersisa 79 orang.

“Pasien yang dirawat, terbanyak berada di Kutai Barat dengan jumlah 30 orang dan paling sedikit di Bontang dengan hanya dua orang,” kata Andi.

Dia terus mengingatkan kepada masyarakat pentingnya menjalankan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari- hari, meskipun secara umum perkembangan kasus di Kaltim sudah menurun.

“Potensi penularan kasus masih terjadi dan selain itu juga masih ditemukan kasus meninggal dunia, Sehingga masyarakat harus tetap waspada dengan prokes dan jangan lupa ikuti program vaksinasi,” kata Andi Muhammad Ishak.*

Baca juga: Zona merah COVID-19 di Kaltim tinggal Kutai Barat

Baca juga: Kasus sembuh COVID-19 di Kaltim bertambah 170 orang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel