Sambangi Bareskrim, Kuasa Hukum Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjutak menyambangi Bareskrim pada Senin (18/7) pagi ini. Kehadirannya untuk membuat laporan terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap almarhum Brigadir J.

"Kuasa hukum daripada keluarga almarhun Yoshua untuk membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana, pembunuhan terencana," tutur Kamarudin.

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP JO pembunuhan sebagaimana 338 KUHP JO penganiayaan tang menyebabkan kematian orang lain Jo pasal 351 KUHP, kemudian dugaan pencurian atau penggelapan handphone Jo pasal 372 374, kemudian dugaan tindak pidana meretas dan atau penyadapan atau tindak pidana telekomunikasi," tambahnya.

Kamarudin mengaku sudah menyiapkan bukti. Di antaranya pernyataan dari Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan yang berbeda dengan faktanya.

"Fakta yang kami temukan yaitu informasi yang kami dapat adalah tembak menembak yang kami temukan adalah betul ada luka tembakan tapi ada sayatan," tegasnya.

Kamarudin juga menyiapkan bukti pendukung. Bukti tersebut ialah video dan surat elektronik dari temuan keluarga atau penasihat hukum.

Dia mengatakan, korban tidak hanya mengalami luka tembak tapi juga ada beberapa luka lain. Seperti luka di bawah mata, hidung, dan bibir.

"Di leher ada sayatan lagi kemudian di bahu sebelah kanan kemudian ada memar-memar di perut kanan kiri, ada juga pengrusakan jari atau jari manis kemudian ada juga pengrusakan di kaki atau semacam sayatan-sayatan," terangnya.

Kamarudin tidak didampingi keluarga Brigadir J saat menyambangi Bareskrim. Alasannya, keluarga masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpa Brigadir J.

"Orang tuanya kita harapkan tadinya ikut tetapi masih trauma. Jadi masih belum berani datang ke sini karena traumatik," ucapnya.

Laporkan Dugaan Pencurian Handphone Brigadir J

Tak hanya melaporkan dugaan tindak pidana, kuasa hukum keluarga juga melaporkan dugaan pencurian handphone milik Brigadir J.

"Handphone yang kita laporkan itu handphonenya almarhum ada tiga atau empat itu sampai sekarang belum ditemukan," kata Kamaruddin.

Pihaknya juga akan melaporkan peretasan terhadap WhatsApp keluarga almarhum Brigadir J. "Kemudian peretasan itu yaitu meretas dan atau menyadap orangtua almarhum, ayah ibunya berikut kakak adiknya," ujarnya.

Tragedi di Rumdin Ferdy Sambo

Sebelumnya, Brigadir J ditemukan tewas bersimbah darah di dekat tangga rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) sekira 17.00 WIB. Ada barang bukti berupa senjata, selonsong serta proyektil peluru.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada E. Polisi yang menyelidiki kasus ini menyebut, peristiwa ini diawali dari pelecehan sekual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri dari Kadiv Propam.

Tak cuma itu, Brigadir J juga disebut menodongkan menggunakan pistol ke kepala istri Kadiv Propam. Aksi Brigadir J diketahui oleh Bharada E yang juga berada di dalam rumah.

Bharada RE bertanya baik-baik apa yang sebenarnya terjadi kepada Brigadir J, namun tak dijawab. Brigadir J malah melepaskan tembakan. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel