Sambangi Bareskrim, Putri Candrawathi Siap Dikonfrontir dengan Bharada E & Kuat Maruf

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri Candrawathi memenuhi panggilan penyidik Polri terkait pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J. Putri akan dikonfrontir atau pemeriksaan silang antar keterangan 3 tersangka dan dua saksi, yaitu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf., Daden dan Susi.

Pengacara Keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan, istri dari eks Kadiv Propam Polri itu telah siap untuk menjalani proses pemeriksaan pada hari ini, Rabu (31/8).

"(Keluhan sakit pemeriksaan sebelumnya) Ya artinya siap ya. (PC) sudah di dalam, saya masuk ini," kata Arman kepada wartawan, Rabu (31/8).

Arman sendiri baru tiba sekitar pukul 10.00 WIB di Lobi Gedung Bareskrim Polri. Sementara kedatangan Putri Candrawati luput dari pantauan awak media.

"Saya belum tahu (Putri datang jam berapa), saya telat ini," kata Arman.

"(Datang jam berapa PC) Saya belum tahu, saya telat ini. Masih belum (pemeriksaan) ya," ujarnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Putri akan dikonfrontir dengan 3 tersangka dan dua saksi.

"Info dari penyidik dengan mngkonfrontir DF (Daden), Bripka Ricky Rizal, Richard Eliezer atau Bharada E, Kuat Maruf dan Susi," ujar Dedi.

Diketahui, Putri Candrawathi telah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J. Dia disangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55, 56.

Selain Putri, polisi juga menetapkan Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf sebagai tersangka.

Sebanyak empat tersangka telah ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri di lokasi yang berbeda-beda. Namun penahanan tidak dilakukan ke Putri Candrawathi. Hal ini karena Putri Candrawathi masih memiliki balita. Lima tersangka tersebut juga dihadirkan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada Selasa 30 Agustus 2022. [ray]