Sambangi Kantor BPOM, Menko PMK Cek Uji Obat Sirup Diduga Mengandung EG & DEG

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyambangi kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pukul 11.00 WIB tadi, Senin (31/10). Kedatangannya untuk mengecek langsung pengujian obat sirup yang diduga mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

"Mengecek langsung proses pengujian di laboratorium BPOM, obat obat sirup yang diduga mengandung Ethilen glikol dan deitilen glikol," kata Muhadjir lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Senin (31/10).

Muhadjir lalu memuji kerja BPOM dalam mengganggu obat-obat sirup yang bermasalah. BPOM kerja 24 jam nonstop.

"Kerja BPOM sudah bagus. Mereka bekerja 24 jam nonstop," ungkap Muhadjir.

Seperti diketahui, BPOM RI juga akan melakukan konferensi pers siang ini pukul 14:00 WIB. Dalam agenda itu tertulis berdasarkan hasil intensifikasi pengawasan BPOM, ditemukan sejumlah sirup obat dan bahan baku Propilen Glikol yang tercemar EG dan DEG melebihi ambang batas dari dua industri farmasi.

BPOM telah resmi melarang penggunaan obat sirop dengan zat pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, hingga gliserin atau gliserol. Sehingga, obat sirop yang memakai pelarut di luar keempat zat tersebut diperbolehkan dikonsumsi.

Hal ini sekaligus merespons temuan kasus gangguan ginjal akut di Indonesia yang dicurigai akibat keracunan kandungan dalam obat sirop.

"Maka sekarang hanya membolehkan produk sirop yang tanpa pelarut. Jadi, bukan tidak lagi membolehkan produksi, tapi sudah dengan adanya keluar surat edaran dari Kementerian Kesehatan," kata Kepala BPOM Penny Lukito saat jumpa pers, Kamis (27/10).

"Artinya, sudah dibolehkan produk sirop yang tidak menggunakan empat jenis pelarut tersebut ya, propilen glikol, polietilen glikol, gliserin, dan sorbitol," sambungnya. [ray]