Sambangi Turki, B20 Indonesia kembali perkuat kerja sama bilateral

Delegasi B20 bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dipimpin Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani menggelar rangkaian kunjungan ke Turki untuk memperkuat kerja sama bilateral.

“Misi penting yang dibawa delegasi Indonesia dalam lawatannya ke Turki yakni mempromosikan Presidensi B20 Indonesia dan mengundang pebisnis dan perwakilan pemerintah Turki dalam KTT B20 di Bali pada bulan November nanti,” kata Shinta dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Kunjungan tersebut, lanjutnya, juga bertujuan meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, menjajaki kemitraan ekonomi baru dengan bisnis Eropa, dan mengidentifikasi mitra utama untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca juga: Dialog B20 tekankan transisi energi yang berkeadilan dan inklusif

Pada rangkaian bisnis pertama, delegasi bertemu dengan perwakilan Turki ENKA yang bergerak di bidang pengembangan real estat yakni Sinan Cin, Managing Partner BD4ASIA dan Executive Board Member Turkish Indonesian Business Council (DEIK). Dalam pertemuan itu, Shinta mengusulkan Business Services Desk KADIN Indonesia untuk membantu riset pasar dan merekomendasikan sejumlah perusahaan terpilih di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk bekerja sama dengan DEIK.

Kemudian delegasi juga berkunjung ke perusahaan sektor energi yang beroperasi di 20 negara, termasuk Indonesia, Karpowership. Juga dilakukan pertemuan bisnis dengan Presiden Istanbul Chamber of Commerce serta mitra kerja sama Kadin Indonesia TOBB. Kadin Indonesia dan TOBB berkomitmen akan memperkuat kerja sama demi meningkatkan perdagangan, bisnis komersial, dan investasi antara kedua negara.

Menurut Shinta, Indonesia dan Turki memiliki tradisi hubungan diplomatik yang panjang dan erat. Tradisi tersebut akan semakin menguatkan hubungan ekonomi bisnis, di mana banyak potensi dan peluang di masing-masing negara bisa dimanfaatkan oleh Kadin Indonesia dan TOBB untuk meningkatkan perdagangan dan investasi.

"Kami juga membahas gagasan untuk membuat forum bersama untuk mengidentifikasi sektor-sektor strategis serta para aktor kunci, dengan tujuan memaksimalkan kerja sama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Turki," ujar Shinta.

Baca juga: Kadin Jatim: Berdirinya Konsulat Kazakhstan jadi peluang bisnis

Kadin Indonesia dan TOBB juga akan meningkatkan layanan penunjang untuk kepentingan kerja sama investasi, terutama mengenai data dan informasi yang dibutuhkan untuk proyek-proyek atau industri strategis sesuai standar dan peraturan di masing-masing negara.

Volume perdagangan antara Turki dan Indonesia mencapai sekitar 1,5 miliar dolar AS. Angka tersebut jauh di bawah potensi yang dapat digali jika melihat total populasi kedua negara yang berjumlah 350 juta jiwa.

“Indonesia dan Turki sepakat untuk melanjutkan negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA). IT-CEPA berpotensi meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-Turki. Pertemuan ini juga merupakan bagian dari upaya B20 dan Kadin Indonesia untuk mempercepat dan mendukung proses negosiasi,” jelasnya Shinta.

Menurut Shinta, perekonomian Turki maupun Indonesia memiliki tren yang terus bertumbuh, terutama dengan kehadiran teknologi digital. Beberapa sektor, baik industri dan jasa di kedua negara terus berkembang pesat dengan mengadopsi digitalisasi. Memiliki populasi muda yang cukup besar, lanjut Shinta, Turki dan Indonesia, memiliki potensi untuk menjadi bagian dari revolusi dan transformasi digital yang sedang berlangsung.

Selain itu, Indonesia pun dapat belajar banyak dari konsep Public Private Partnership (PPP) Turki yang telah menjadi rujukan dunia termasuk juga terkait agenda ekonomi hijau dan berkelanjutan, karena Turki menempati posisi ke-12 di dunia dan kelima di Eropa dalam hal kapasitas terpasangnya dalam energi terbarukan.