Sambaran Petir Dekat Gedung Putih Tewaskan Tiga Orang dan Dua Lainnya Kritis

Merdeka.com - Merdeka.com - Sambaran petir di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis malam menewaskan tiga orang dan membuat dua orang lainnya luka serius. Demikian dilaporkan pihak berwenang.

Gedung Putih mengungkapkan 'kesedihan dan rasa kehilangan' setelah insiden tragis di Lafayette Park itu.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (6/8), Departemen Kepolisian Metropolitan Washington mengatakan James Mueller, 76, dan Donna Mueller, 75, dari Wisconsin, meninggal karena luka-luka akibat sambaran petir di Lafayette Park, tepat di luar kompleks Gedung Putih.

Dua orang lainnya - seorang pria dan seorang wanita - masih dalam kondisi kritis, kata departemen kepolisian, tanpa mengidentifikasi mereka.

Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat (EMS) mengatakan Polisi Taman dan agen Dinas Rahasia berseragam, yang bertugas melindungi Gedung Putih, telah memberikan bantuan kepada 4 korban yang terkena sambaran petir.

Seorang juru bicara mengatakan keempatnya menderita cedera kritis, yang mengancam jiwa, dan diangkut ke rumah sakit daerah pada Kamis malam.

"Kami sedih dengan hilangnya nyawa secara tragis setelah sambaran petir di Lafayette Park," sebut sekretaris pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.

"Kami ikut berduka cita kepada keluarga korban yang kehilangan orang yang dicintai, dan kami berdoa untuk mereka yang masih berjuang untuk hidup mereka."

Washington mengalami badai petir pada hari Kamis setelah lonjakan suhu minggu ini.

Layanan Cuaca Nasional memperingatkan rekor suhu tinggi kemungkinan terjadi di Timur Laut, Atlantik Tengah, dan tengah Dataran Tinggi.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim meningkatkan kemungkinan sambaran petir di seluruh AS.

Kondisi panas dan lembap di Washington, DC, pada hari Kamis menjadi sumber listrik. Suhu udara mencapai 34 derajat Celcius – atau 3 derajat Celcius lebih tinggi dari suhu normal maksimum selama 30 tahun untuk 4 Agustus, menurut National Weather Service,

Lebih banyak panas dapat menarik lebih banyak uap air ke atmosfer, sementara juga mendorong udara yang bergerak ke atas dengan cepat – dua faktor kunci untuk partikel bermuatan, yang menyebabkan petir.

Sebuah studi kunci yang dirilis pada tahun 2014 di jurnal sains memperingatkan jumlah sambaran petir dapat meningkat sebesar 50 persen pada abad ini di AS, dengan setiap pemanasan 1C berarti peningkatan 12 persen dalam jumlah petir.

Alaska yang memanas dengan cepat telah mengalami peningkatan 17 persen dalam aktivitas petir sejak tahun 1980-an yang lebih dingin. Sementara, di California yang biasanya kering, mengalami sekitar 14.000 sambaran petir selama Agustus 2020 memicu beberapa kebakaran hutan terbesar yang pernah tercatat di negara bagian itu.

Di luar AS, para peneliti telah melaporkan bukti sambaran petir juga terjadi di India dan Brasil.

Namun ketika sambaran petir meningkat, terkena sambaran petir masih sangat jarang di AS, kata para ahli. Sekitar 40 juta sambaran petir mendarat di negara itu setiap tahun, menurut Pusat Pengendalian Penyakit - dengan kemungkinan tersambar kurang dari satu dalam satu juta jiwa.

DC Fire dan EMS merilis daftar tips bagi warga untuk melindungi diri dari badai petir, yang juga diperkirakan terjadi pada Jumat.

"Jika Anda mendengar guntur, Anda berada dalam jarak sambaran petir. Segera cari tempat berlindung di dalam rumah, bangunan besar atau kendaraan beratap," katanya.

Mereka juga memperingatkan agar tidak berlindung di bawah pohon, seraya menekankan "tidak ada tempat di luar yang aman selama badai petir."

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel