Sambil Sekolah Daring, 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dua pelajar Sekolah Menengah Atas di Malang memilih mengisi aktivitasnya dengan menjadi relawan penanggulangan COVID-19. Mereka adalah Moura Eka pelajar kelas XI SMAN 1 Lawang, Malang dan Ifron Petrus pelajar kelas XII SMKN 4 Kota Malang, keduanya tergabung dalam gerakan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC).

"Saya tertarik bergabung dengan relawan MBLC karena rasa khawatir bagaimana kita menolong saudara kita yang terkena COVID-19. Apalagi di awal pandemi tidak ada aktivitas sekolah daring (online)," kata Moura, Selasa, 3 Agustus 2021.

Moura mengatakan, sekolah daring membuat dirinya memiliki banyak waktu untuk melakukan kegiatan sosial. Cara membaginya pagi sebelum berangkat ke posko MBLC dia mengerjakan tugas sekolah. Selepas pulang dari posko MBLC dia mengerjakan tugas bila ada pekerjaan rumah dari sekolah.

Setiap hari dia melayani permintaan bantuan bagi warga tedampak maupun pasien isolasi mandiri di Malang Raya. Beberapa kebutuhan dia siapkan, mulai dari membagi masker, pengemasan sembako dan vitamin, hingga menyiapkan tabung oksigen. Semua dilakukan untuk membantu penanggulangan COVID-19.

"Sebenarnya di awal-awal itu keteteran kalau zoom saya lakukan di posko kalau tugas pagi sebelum berangkat atau malam setelah dari posko. Jadi tantangnya di penyesuaian waktu. Tapi tidak masalah, semoga teman lainnya melakukan aktivitas tidak hanya sekolah saja karena pelajaran tidak hanya di sekolah," ujar Moura.

Pelajar lainnya adalah Ifron Petrus, dia mengaku tertarik menjadi relawan sesuai kemampuannya sebagai seorang multimedia. Pelajar SMKN 4 Kota Malang itu mengambil jurusan multimedia. Di posko MBLC dia bertugas sebagai seorang video editor, dan desain sesuai kemampuannya.

"Mengganggu sekolah saya rasa tidak. Karena tugas saya mencangkup, editing video MBLC dan BNPB juga desain. Jadi sesuai kompetensi di jurusan (kejuruan sekolah) saya," tutur Ifron.

Ifron pun mengajak pelajar lainnya untuk mengikuti kegiatan positif selama sekolah daring diberlakukan. Apalagi, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 semua diminta mengurangi mobilitas.

"Saya harapkan para pelajar lain kalian bisa jadi anggota relawan untuk menekan angka COVID-19. Atau membantu warga isoman lain supaya Indonesia segera hilang corona nya, supaya cepat sekolah lagi kita dan lapangan pekerjaan di buka lagi agar tidak ada pengangguran," kata Ifron.

Koordinator MBLC Cempaka Ayu Alidia mengatakan, posko penanggulangan COVID-19 ini sudah ada sejak Maret 2020 lalu. Mereka ingin memberikan bantuan kepada seluruh masyarakat Malang Raya yang terdampak pandemi. Posko ini sempat tidak aktif karena kasus melandai. Tetapi pada Juli 2021 kemarin MBLC diaktifkan lagi karena PPKM dan tingginya angka COVID-19.

"Latar belakang MBLC karena semua warga itu terbatas bantuan dari pemerintah. Yang tidak tersentuh ini kami bantu dengan paket sembako sampai yang isoman itu kami pinjami tabung oksigen. Sudah 750 paket sembako yang sudah disebar se-Malang Raya. Dan kami sebar di 57 titik," kata Cempaka.

Baca juga: Polisi: Kepastian Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio Dibuktikan Hari Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel