Sambo Bantah Terlibat Judi Online 'Konsorsium 303': Justru Saya Memberantas

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo membantah keterlibatannya dalam konsorsium judi online. Sanggahan itu disampaikannya dalam persidangan mendengarkan keterangan saksi dari kubu Brigadir J pada Selasa (2/11) kemarin.

Awalnya pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menyinggung isu konsorsium 303 saat memberikan kesaksian. Pernyataannya langsung disanggah hakim karena tidak relevan dengan perkara yang tengah di sidang.

Saat memberikan pernyataan, Sambo mengambil kesempatan untuk membantah keterlibatannya dalam isu judi online.

"Terkait laporan yang diinformasikan saya perlu luruskan bahwa saya tidak pernah melibatkan institusi dalam kejadian ini," ujar Sambo dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

Mantan Kadiv Propam Polri ini menegaskan, justru diri mengambil bagian sebagai anggota Satgas. Adapun tugasnya, memberantas kasus narkoba hingga masalah judi.

"Tetapi pribadi saya karena sudah terjadi, saya selaku Satgas ini terlibat narkoba judi online gak ada, justru saya memberantas," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anak buahnya menindak segala bentuk tindak pidana seperti peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), Ilegal minning, penyalahgunaan BBM dan LPG. Serta sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat.

Dia menegaskan, tak akan menolerasi bila ada pejabat Polri yang terlibat dalam tindak pidana tersebut. Sigit mengancam mencopot Kapolres, Kapolda hingga pejabat Mabes Polri terlibat membekingi praktik perjudian.

"Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu direktur, apakah itu Kapolda saya copot. Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga," kata Sigit menekankan.

Sigit meminta kepada seluruh jajaran untuk memiliki komitmen yang sejalan dan selaras terkait dengan pemberantasan segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Hal itu dilakukan guna menjaga marwah dari institusi Polri.

"Sekali lagi saya tanya kepada rekan-rekan, yang tidak sanggup angkat tangan. Kalau tidak ada berarti kalian semua, rekan-rekan semua, masih cinta institusi dan saya minta kembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, kepada institusi, sesegera mungkin," kata Sigit. [lia]