Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Turun ke 5.571,65

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setelah dibuka di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat(20/11/2020), IHSG ditutup amblas 22,4 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.571,65. Sementara, indeks saham LQ45 juga turun 0,25 persen ke posisi 884,89.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.628,44 dan terendah 5.563,65.

Pada sesi penutupan pedagangan, 201 saham perkasa sehingga membawa IHSG di zona hijau. Sementara itu, sebanyak 259 saham melemah dan 161 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham sangat ramai. Total frekuensi perdagangan saham 1.021.285 kali dengan volume perdagangan 24,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun.

Investor asing jual saham Rp 548,77 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.180.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor infrastruktur yang naik 0,88 persen, sektor industri dasar yang naik 0,85 persen dan aneka industri naik 0,18 persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor pertambangan yang anjlok 1,18 persen. Kemudian disusul sektor barang konsumsi turun 1,09 persen dan sektor konstruksi turun 0,78 persen.

Saham yang menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau antara lain PPRO yang naik 26,42 persen ke Rp 67 per lembar saham. Kemudian KONI yang naik 24,55 persen ke Rp 685 per lembar saham dan BOLT yang yang naik 24,55 persen ke Rp 685 per lembar saham.

Saham yang melemah antara lain PPGL yang melemah 9,84 persen ke Rp 220 per lembar saham. Kemudian AGII turun 6,99 persen ke Rp 865 per lembar saham dan PGLI turun 6,98 persen ke Rp 240 per lembar saham.

Sesi Awal Perdagangan

Pekerja duduk di depan layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja duduk di depan layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan di Jumat pekan ini. Seluruh sektor berada di zona hijau.

Pada pra pembukaan perdagangan Jumat(20/11/2020), IHSG naik 8,72 poin atau 0,16 persen ke level 5.602,78. Pada awal perdagangan, IHSG terus menguat 19,79 poin atau 0,37 persen ke 5.616,57.

Sementara indeks saham LQ45 juga naik 0,51 persen ke posisi 891,56. Seluruh indeks acuan berada di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.622,65. Sedangkan terendah 5.602,78.

Sebanyak 198 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 32 saham melemah dan 167 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 35.592 kali dengan volume perdagangan 782 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 65,2 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 36,44 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.159 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor infrasruktur melesat 0,91 persen. Kemudian disusul sektor konstruksi yang naik 0,87 persen dan sektor industri dasar yang naik 0,82 persen

Saham-saham yang menguat antara lain DILD naik 12,17 persen ke Rp 214 per lembar saham. Kemudian CSMI naik 10,71 persen ke Rp 620 per saham dan GLOB naik 7,38 persen ke Rp 131 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain KICI turun 6,5 persen ke Rp 187 per lembar saham, KOTA yang turun 6,31 persen ke Rp 208 per lembar saham dan INTA turun 6,03 persen ke Rp 218 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: