Sambut Ramadhan, Bagaimana Islam Mengajarkan Cara Jalan Keluar Pasca Pandemi?

Syahdan Nurdin, GoenardjoadiGoenawan

VIVA - Semua agama mengajarkan berpikir positif, namun pertolongan Tuhan ada prosesnya. Secara keislaman prinsip tersebut diajarkan secara spesifik.

1. Jangan melihat kekuatan kekuasaan, juga jangan terpana olehnya. Karena dasarnya kekuatan adalah kebesaran kemurahan hati tangan Tuhan.

Konglomerat tidak pernah menemukan jalan persoalan pelik dengan menggunakan kekuatan uang. Sebab bukan itu jawabannya. Rahmat pertolongan tangan Tuhan itu dasarnya keikhlasan.

Tanpa pintu ikhlas, konglomerat pun tidak bisa dibuka gembok istananya. Mereka memiliki pintu rahasia, disebut pintu iba. Bila mereka ruwet, mereka melihat keibaan dan keikhlasan kepada ribuan orang.

2. Sehingga untuk masuk ke dalam istana kekuasaan sebuah pesan harus diikhlaskan. Prinsip mereka konglomerat sesuai dengan pepatah yang diucapkan Winston Churcill "Jangan pernah menyerah untuk paksaan; tidak pernah menyerah pada kekuatan musuh yang tampaknya luar biasa. "

"Pelajaran terbesar dalam hidup adalah mengetahui bahwa orang bodoh pun kadang benar."

3. Pada saat seorang konglomerat ujug-ujug kehilangan tuah ucapannya, tentu itu merupakan efek adanya perubahan besar. Secara mereka sudah 40 tahun mendapat akses sejak jadul ke Cendana, tidak mungkin ujug-ujug itu hilang tuahnya.

Apakah Tuhan menghukumnya, apakah presiden tidak berkenan? Tentu ini tidak mudah ditemukan jawabannya.

4. Oleh karena itu mereka menguji jawaban yang mereka temukan melalui jalan keikhlasan karena Tuhan berbicara lewat itu.

Bahwa bila seseorang mendapat atau kehilangan tuahnya, bukan artinya Tuhan menghukum. Namun serta merta akibat dari ketulusan hati yang menjadi beku, akibat kenikmatan yang akhirnya diuji.  (Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia Lulus 1989)