Sambut Travel Bubble di Batam, Pertamina Pastikan Stok Avtur Cukup untuk 40 Hari

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beragam persiapan dilakukan menjelang rencana penerapan Travel Corridor Arrangement (TCA) atau travel bubble Batam, Bintan dan Bali (3B).

Salah satunya dilakukan Pertamina yang ikut ambil bagian dalam persiapan pembukaan perbatasan kedatangan wisatawan mancanegara sebagai bagian dari persiapan di Provinsi Kepulau Riau (Kepri) menyambut penerapan Travel Bubble di Batam dan Kabupaten Bintan.

Marketing Operation Region (MOR) I PT Pertamina (Persero) pun turut mendukung keberhasilan program tersebut, melalui kesiapan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Mor 1 Hang Nadim yang menjamin ketersediaan bahan bakar untuk maskapai.

Operasional Head (OH) DPPU Hang Nadim, Sigit Andrianto mengatakan ketersediaan bahan bakar (Avtur) di DPPU Hang Nadim dan Kabil, Nongsa, Batam masih cukup untuk aktivitas penerbangan hingga 40 hari ke depan.

Jumlah itu dinilai sangat mencukupi, meskipun saat ini sudah mulai ada peningkatan jumlah penerbangan setelah status PPKM di berbagai daerah mengalami penurunan ke level yang lebih rendah.

"Kami di DPPU Hang Nadim memiliki 13.500 Kiloliter (KL), di Kabil kami punya 20.000 KL Avtur," kata Sigit saat temui di DPPU Hang Nadim pada Kamis (14/10/2021).

Menurut Sigit selain ketersediaan stok Avtur, pihaknya juga terus menjaga standar pelayanan penyediaan bahan bakar maskapai tetap optimal. Mulai dari standar safety dan servis yang tidak berkurang sama sekali.

"Selain menjual produk, kami juga menjual safety yang itu sangat diperlukan," ucap Sigit.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dukung Travel Bubble

Bandara Hang Nadim Batam. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)
Bandara Hang Nadim Batam. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Sementara itu Sales Area Manager Pertamina Provinsi Kepri, Fahrizal Imanudin, mengatakan pihaknya mendukung penuh Travel Bubble melalui aksesibilitas dan trafik penerbangan keluar masuk Batam dan Kepri.

Pihaknya berharap Travel Bubble akan segera terlaksana sehingga akan membawa pengaruh positif pada pergerakan perekonomian Indonesia, khususnya Kepri dan Batam.

"Kami ingin sampaikan dari sisi aksesibilitas dan trafik keluar masuk Batam kami siap," ujarnya Fahrizal. (Ajang Nurdin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel