Sampah di Kota Depok Meningkat Usai Lebaran

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi sampah plastik (dok.unsplash/ Nick Fewings)

Liputan6.com, Jakarta Larangan mudik yang dilakukan Pemerintah berdampak terhadap pada peningkatan sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mencatat terjadi lonjakan sampah selama libur hari raya Idul Fitri.

Kepala Bidang Pengangkutan Sampah DLHK Kota Depok, Iyay Gumelar mengatakan, sampah di Kota Depok mengalami peningkatan selama libur hari raya Idul Fitri. Bahkan, sejak H-3 hari raya Idul Fitri, jumlah sampah sudah menunjukan peningkatan yang diangkut ke TPA Cipayung.

“Ada peningkatan selama seminggu libur hari raya Idul Fitri sekitar 1.200 ton sampah perhari,” ujar Iyay, Senin (24/5/2021).

Iyay menjelaskan, sampah yang diangkut dari wilayah Kota Depok yang sebelumnya pada hari normal sekitar 900 hingga 1.000 ton kini mencapai 1.200 ton per hari. Namun pada hari ini sampah yang diangkut ke TPA Cipayung mencapai 1.100 ton.

“Sampah meningkat kemungkinan dikarenakan warga Kota Depok tidak melakukan mudik,” terang Iyay.

Iyay mengungkapkan, peningkatan sampah karena larangan mudik diperkuat dari jenis sampah yang diangkut ke TPA Cipayung. Sampah paling banyak di dominasi dari sampah rumah tangga dan sampah Pasar. Umumnya sampah rumah tangga berupa sampah makanan usai masyarakat merayakan hari raya Idul Fitri.

“Memang ada petugas kami pada hari raya Idul Fitri ada yang libur karena ingin merasakan lebaran bersama keluarga, namun sampah di jalan protokol tetap dilakukan pengangkutan,” ucap Iyay.

Iyay menuturkan, untuk mengangkut sampah di Kota Depok, DLHK Kota Depok menurunkan 130 armada angkutan pengangkut sampah. Untuk lebih memaksimalkan pengangkutan sampah, kendaraan pengangkutan sampah beroperasi dua hingga kali pengangkutan ke TPA Cipayung.

“Untuk mencegah penumpukan kendaraan harus dua sampai tiga kali angkut sampah,” kata Iyay.

TPA Kelebihan Kapasitas

Sementara itu, Kepala UPT TPA Cipayung, Ardan Kurniawan mengatakan, sampah yang ditampung di TPA Cipayung mengalami peningkatan pada saat libur hari raya Idul Fitri. Sampah yang diterima UPT TPA Cipayung merupakan sampah rumah tangga.

“Sampah rumah tangga paling banyak mendominasi di TPA Cipayung selama libur lebaran,” ujar Ardan.

Ardan mengungkapkan, saat ini kondisi TPA Cipayung sudah memasuki overload atau mencapai 1.500.000 meter kubik. Padahal daya tampung TPA Cipayung untuk sampah di seluruh wilayah Kota Depok hanya mencapai 1.300.000 meter kubik. Melihat kondisi tersebut, Ardan meminta masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sehingga mengurangi beban TPA Cipayung.

“Ya TPA sudah over kapasitas karena biasanya per hari kurang lebih 900 ton sampah yang diangkut ke TPA Cipayung,” pungkas Ardan. (Dicky Agung Prihanto)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel