Sampah di Kota Pariaman meningkat jelang Lebaran

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menyatakan jumlah sampah di daerah itu menjelang Lebaran 2022 mengalami peningkatan menjadi sekitar 40 ton per hari, sedangkan pada hari biasa 20-30 ton.

"Produksi sampah rumah tangga masih normal, peningkatan terjadi karena produksi sampah kafe dan pedagang takjil. Produksi sampah terbesarnya dari kelapa muda," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman Feri Andri di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan sampah dari takjil tersebut tidak saja berasal dari kafe yang menyediakan paket berbuka puasa, tetapi juga pedagang kaki lima yang lokasi berjualan tersebar di Pariaman.

Ia menyampaikan penanganan sampah dari kafe masih dapat dikoordinasikan dengan pengusaha sehingga petugas kebersihan dapat mengangkut sampahnya secara mudah, sedangkan terkait dengan penanganan sampah dari pedagang kaki lima musiman sulit dikoordinasikan karena jumlahnya bertambah banyak menjelang Lebaran.

"Pedagang kaki lima ini masih banyak yang tidak memahami kondisi petugas, mereka mengisi satu karung penuh dengan sampah kelapa muda, tentu berat dan tidak terangkat oleh petugas," katanya.

Baca juga: Wakil Bupati Buleleng imbau masyarakat kelola sampah berbasis sumber

Ia berharap, kerja sama yang baik antara pedagang dengan petugas kebersihan untuk mewujudkan kebersihan Kota Pariaman.

Di sejumlah lokasi di jalan protokol di Pariaman banyak tumpukan sampah kelapa muda.

Peningkatan sampah terjadi menjelang Lebaran karena banyak warga dan bahkan wisatawan yang melaksanakan buka bersama dengan berbagai macam menu, salah satunya kelapa muda.

"Kelapa muda itu kan berat, jadi dapat meningkatkan produksi sampah di Pariaman. Permasalahannya jika sampah takjil tidak diangkat segera maka akan membusuk dan menimbulkan bau," katanya.

Ia memprediksi jumlah sampah di Kota Pariaman akan terus meningkat hingga usai libur Lebaran mendatang dengan perkiraan mencapai 50 ton per hari.

Ia berharap pengertian pedagang, warga, dan wisatawan untuk membantu menjaga kebersihan sehingga dapat tercipta kenyamanan di Kota Pariaman.

Baca juga: Pembagian takjil di Surabaya gunakan kantong ramah lingkungan
Baca juga: Tomohon miliki pusat pengelolaan sampah organik terpadu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel