Sampah HUT DKI Diperkirakan Capai 650 Ton

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kebersihan DKI Jakarta memprediksi timbunan sampah yang dihasilkan selama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KE-486 Kota Jakarta pada Sabtu (22/6) mencapai 650 ton.

"Kita belum tahu persis berapa totalnya karena masih menunggu laporan dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Tapi kami prediksi kira-kira 650 ton atau sekitar 10 persen dari timbunan sampah harian," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin di Jakarta, Senin.

Unu juga memperkirakan timbunan sampah di kawasan Jakarta Pusat yang menjadi pusat perayaan HUT DKI yakni Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Monas dan Balai Kota Jakarta mencapai 300 ton.

"Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada ratusan petugas kebersihan serta sejumlah komunitas masyarakat yang telah bersedia turun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah-sampah itu," ujar Unu.

Selain timbunan sampah, Unu menilai kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan masih sangat kurang, terutama pada malam penyelenggaraan Jakarta Night Festival (JNF) pada Sabtu (22/6).

"Terbukti di sepanjang jalan protokol yang menjadi lokasi JNF, banyak sekali sampah berserakan. Padahal, di situ kita sudah siapkan truk sampah, gerobak motor dan pick up lintas," tutur Unu.

Bukan hanya warga, sambung Unu, para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang lokasi JNF malam itu juga tidak bertanggung jawab atas sampah-sampah yang dihasilkannya.

"Padahal, sebelumnya kita sudah memberikan sebanyak 1.000 kantong plastik sampah kepada para pedagang agar tidak membuang sampah dagangannya ke jalan. Tapi kenyataannya, mereka masih saja membuang sampah ke jalan. Berarti memang kesadaran masyarakatnya masih kurang," tukas Unu.

Unu mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

"Masalah penanganan sampah di ibu kota ini sebetulnya bukan merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI atau pun Dinas Kebersihan DKI sepenuhnya tetapi juga seluruh masyarakat," ungkap Unu.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.