Sampah HUT Jakarta di Monas Capai 100 Ton  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin memperkirakan volume sampah acara puncak Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang digelar di kawasan Monumen Nasional mencapai 100 ton. Jumlahnya bisa lebih jika ditambah dengan sampah dalam acara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

"Diperkirakan menyumbang 5 persen total sampah per hari di Jakarta," kata Unu ketika ditemui di Kawasan Monas, Ahad, 23 Juni 2013 pagi. »Dalam sehari masyarakat DKI Jakarta menghasilkan sekitar 6 ribu ton sampah.

Jika diakumulasi dari perayaan seluruh Jakarta, Unu memperkirakan jumlah sampah itu mencapai 10 persen dari total sampah Jakarta per hari. Unu mengatakan sampah berlimpah selama perayaan ulang tahun ini akibat pola hidup masyarakat. "Padahal, sudah disediakan tempat sampah yang banyak," ujar Unu.

Menurut Unu, Dinas sebenarnya sudah menyiagakan motor sampah di tiap panggung hiburan. Jumlah bak sampah pun sudah ditambah. Penambahan ini merupakan hasil evaluasi dari pesta tahun baru Jakarta. Unu mengaku belajar dari perayaan tahun baru lalu.

"Tapi tetap saja masyarakat alasannya tidak ada tempat sampah," kata Unu. Hal ini, menurut dia, menjadi masalah dalam mengatasi masalah sampah. "Dikasih tong juga ada yang ambil."

Dalam perhelatan mendatang, Unu meminta masyarakat aktif menjaga kebersihan. "Jangan jadikan tidak adanya bak sampah sebagai alasan untuk buang sampah sembarangan," ujar dia.

SYAILENDRA

Topik Terhangat

HUT Jakarta | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM

Berita Terpopuler:

Harga BBM Resmi Naik

Teriak Allahu Akbar, Pria Yahudi Ini Ditembak

Wartawati Diduga Jadi Korban Pemerkosaan

Persidangan Anggota Kopassus Dinilai Amburadul

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.