Sampah Menggunung di Pasar Cibitung, Pedagang Keluhkan Bau Busuk Menyengat

Merdeka.com - Merdeka.com - Pedagang dan warga yang tinggal di sekitar Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi mulai resah dengan bau busuk yang muncul dari tumpukan sampah yang tidak diangkut berhari-hari. Bahkan bau busuk juga tercium sampai ke jalan raya.

Iman (36), pedagang sayur di Pasar Induk Cibitung mengatakan, seringkali sampah menumpuk sejak pasar tersebut direnovasi. Padahal, biasanya setiap hari sampah pasar diangkut ke TPA Burangkeng.

"Sudah sebulanan ini. Awalnya kan ini sampah ditaruh di belakang. Nah sekarang itu lagi direnovasi. Mungkin ya karena lagi ada pembangunan, jalan di belakang buat pintu masuk truk," katanya, Kamis (15/9).

Menurut Iman, dalam sehari biasanya truk mengangkut sampah dari Pasar Induk Cibitung ke TPA burangkeng sebanyak 20 kali. Namun sejak pasar direnovasi, hanya beberapa truk saja yang mengangkut sampah dari pasar.

"Biasanya banyak, mungkin 20 truk sehari. Cuma sejak direnovasi paling banyak tiga kali. Makanya menumpuk, apalagi ini sampahnya bukan cuma dari pasar, tapi dari perumahan belakang juga," ucapnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pasar Induk Cibitung, Isep Kadarisman mengatakan, proses pengangkutan sampah pasar terhambat karena saat ini terjadi antrean cukup panjang di TPA Burangkeng.

"Kami kan ada tim sendiri yang khusus ngangkut sampah, ada 16 truk punya Dinas Perdagangan. Saya dapat laporan dari petugas ada antrean panjang di TPA Burangkengnya," katanya.

Selain kondisi tersebut, kegiatan renovasi Pasar Induk Cibitung juga menjadi salah satu penyebab sampah tidak terangkut seluruhnya ke TPA Burangkeng.

"Biasanya sehari bisa 20 kali truk sampah bolak-balik. Tapi sejak renovasi, paling cuma tiga kali. Nah pas ada antrean di TPA, jadi cuma sekali. Jadi tambah parah," ucapnya.

Persoalan sampah pasar yang menggunung ini, kata Isep, sudah dilaporkan ke Dinas Perdagangan serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk segera ditangani.

"Memang kalau sampah di dalam pasar jadi kewajiban kami sendiri, bukan Dinas LH. Truk sampah punya pasar ada 20 unit, ditambah dinas ada 50 unit. Terus kami juga minta bantuan sama UPTD Kebersihan III buat bantu, karena memang banyak sekali yang numpuk," katanya.

Untuk mengangkut seluruh sampah ke TPA Burangkeng, Isep memperkirakan butuh ratusan truk. Oleh karena itu, dia juga akan berkoordinasi dengan pihak TPA agar sampah tersebut bisa dibuang seluruhnya.

"Saya nanti juga hubungan dengan orang TPA. Rencananya hari Minggu diangkut, saya kerahkan petugas, jadi biar truk pada bisa masuk ke TPA. Butuh ratusan truk biar bersih," katanya. [ray]