Sampah Organik adalah Sampah yang Berasal dari Makhluk Hidup, Berikut Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sampah organik ini masih bisa dipakai jika dikelola dengan prosedur yang benar. Jadi, sampah ini bisa bermanfaat bagi kehidupan.

Sampah sendiri merupakan sisa-sisa kegiatan setiap hari dari manusia, atau dari proses alam yang terjadi. Sementara itu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan mudah mengalami daur ulang.

Selain sampah organik, kamu juga bisa mengenali sampah anorganik. Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diproses secara alami.

Berikut Liputan6.com rangkum dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Buleleng, Rabu (22/9/2021) tentang sampah organik adalah.

Jenis Sampah Organik

Ilustrasi sampah. (dok. Unsplash.com/Jasmin Sessler @open_photo_js)
Ilustrasi sampah. (dok. Unsplash.com/Jasmin Sessler @open_photo_js)

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup. Jenis-jenis sampah organik adalah sebagai berikut:

1. Sampah Organik Basah

Sampah organik basah merupakan sampah organik yang banyak mengadung air. Sampah organik basah contohnya adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sejenisnya. Kandungan air yang tinggi ini menyebabkan jenis sampah organik ini cepat membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

2. Sampah Organik Kering

Jenis sampah organik berikuntnya adalah sampah organik kering. Sampah organik kering merupakan sampah organik yang sedikit mengandung air. Contoh sampah organik misalnya kayu, ranting pohon, dan daun kering. Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali.

Contoh dari dari sampah organik adalah nasi, kulit buah, buah dan sayuran busuk, ampas teh/ kopi, bangkai hewan, dan kotoran hewan/ manusia. Sementara itu, contoh sampah anorganik adalah plastik, botol/ kaleng minuman, kresek, ban bekas, besi, kaca, kabel, barang elektronik, bohlam lampu dan plastik. Memang sampah anorganik sulit terurai tetapi dapat anda manfaatkan kembali, jangan sampai dibiarkan begitu saja.

Manfaat Sampah Organik

Ilustrasi tempat sampah.  (dok. Unsplash.com/Paweł Czerwiński @pawel_czerwinski)
Ilustrasi tempat sampah. (dok. Unsplash.com/Paweł Czerwiński @pawel_czerwinski)

Sampah organik yang dapat didaur ulang tentunya memiliki beragam manfaat untuk kehidupan. Syaratnya tentu harus dikelola dengan baik agar menjadi sesuatu yang berguna. Sampah organik memiliki banyak manfaat, yang mana bisa menjadi sumber pemasukan bila diolah dengan baik. Bahkan dapat menimimalisir banyak sampah di tempat pembuangan akhir. Manfaat sampah organik adalah sebagai berikut:

1. Sampah Organik Untuk Kompos/ Pupuk Organik

Sampah organik adalah sampah yang dapat didaur ulang. Sampah organik seperti buah busuk dan sayuran dapat dibuat menjadi suatu hal berguna, di antaranya kompos. Bahkan, pengolahan sampah organik untuk dijadikan kompos tidaklah sulit.

2. Tambahan Pakan Ternak

Manfaat sampah organik adalah sebagai tambahan pakan ternak. Tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pakan kambing, sapi, dan kerbau, sampah organik juga dapat diolah menjadi pelet untuk makanan ayam dan ikan.

3. Biogas dan Listrik

Sampah organik adalah sampah yang juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sampah organik yang berasal dari kotoran hewan maupun manusia, limbah tempe dan tahu digunakan sebagai bahan utama.

Manfaat Sampah Anorganik

Selain manfaat sampah organik, kamu tentunya juga perlu mengenali manfaat sampah anorganik. Manfaat sampah anorganik adalah sebagai bahan kerajinan dari sampah/ limbah. Contohnya sampah plastik dapat dibuat tas, taplak meja makan, hingga pernak pernik.

Cara Mengelola Sampah agar Bermanfaat

Plastic Neutral jadi solusi mengelola sampah plastik untuk mengurangi emisi karbon, demi industri pangan yang berkelanjutan. (FOTO: Unsplash/Nareeta Martin).
Plastic Neutral jadi solusi mengelola sampah plastik untuk mengurangi emisi karbon, demi industri pangan yang berkelanjutan. (FOTO: Unsplash/Nareeta Martin).

Pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsi 3R perlu kamu lakukan. 3R ini yaitu (Reuse, Reduce, dan Recycle). Apalagi, mengelola sampah dengan prinsip 3R sangat mudah dan tidak membutuhkan peralagan apa pun:

1. Reuse (Penggunaan kembali). Reuse adalah mengunakan kembali sampah secara langsung, dengan fungsi yang masih sama ataupun fungsi yang beda.

Contoh kegiatan reuse dalam kehidupan sehari-hari:

- Menggunakan kembali wadah yang sudah kosong untuk fungsi yang lain.

- Memakai kertas yang masih kosong untuk keperluan menulis.

2. Reduce (Pengurangan). Reduce adalah pengurangan segala kegiatan yang dapat menimbulkan sampah.

Contoh kegiatan reduce dalam kehidupan sehari-hari:

- Memilih produk dengan kemasan yang bisa di daur ulang.

- Hindari pengunaan dan pemakaian produk yang menimbulkan banyaknya sampah.

- Menggunakan produk yang bisa diisi ulang kembali.

- Menghindari penggunaan barang yang tidak perlu.

3. Recycle (Daur ulang). Recyle adalah pemanfaatan kembali sampah dengan beberapa tahapan pengolahan.

Contoh kegiatan recyle (daur ulang) sehari-hari:

- Olah sampah plastik menjadi kerajinan tangan.

- Olah sampah organik untuk kompos.

Dalam mengelola sampah bisa dengan daur ulang, supaya memiliki nilai yang bermanfaat lagi. Daur ulang adalah suatu cara untuk mengelola sampah dengan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan dan pembuatan produk sampai bernilai guna lagi. Manfaat dari daur ulang antara lain adalah penghematan SDA ( Sumber Daya Alam), penghematan Energi, penghematan lahan TPA, lingkungan menjadi lebih asri, serta pengurangan biaya belanja.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel