Sampel DNA Tersangka Aborsi 7 Janin di Makassar Dikirim ke Jakarta

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar telah melakukan tes kejiwaan dan pengambilan sampel DNA terhadap kedua tersangka aborsi tujuh janin, yakni SM (30) dan NM (29). Sampel DNA itu telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Jakarta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Reonald TS Simanjuntak menjelaskan, pihaknya sejak Minggu (12/6) telah melakukan pemeriksaan kejiwaan dan pengambilan DNA terhadap dua tersangka aborsi. Pemeriksaan melibatkan ahli psikologi, psikiater, dan visum hidup.

"Kemarin kurang lebih 6 jam sudah diperiksa psikologi oleh tim SDM Polda Sulsel, sementara pemeriksaan psikiater kurang lebih lima jam. Untuk tersangka perempuan telah kita lakukan visum hidup kurang lebih 2,5 jam," ujarnya kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Selasa (14/6).

Reonald mengaku saat ini pihaknya masih menunggu keterangan tertulis dari masing-masing ahli yang melakukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan. Sementara untuk sampel DNA, kata Reonald, dikirim ke Labfor Dokkes Mabes Polri.

"Untuk DNA sudah diambil dan kita kirim sampel ke Jakarta. Sedang menunggu hasilnya dari Labfor Dokkes Jakarta," kata dia.

Periksa Dampak Tujuh Kali Aborsi

Selain mengirim tes DNA ke Jakarta, Polrestabes Makassar juga mengirim hasil pemeriksaan kondisi kesehatan tersangka perempuan. Hal itu untuk mengetahui apakah ada efek atau dampak dialami tersangka NM setelah melakukan aborsi sebanyak 7 kali.

"Kita juga ingin melihat kondisi kesehatan (tersangka NM) secara dalam. Apakah ada efeknya setelah melakukan aborsi sebanyak itu," tuturnya.

Reonald menambahkan, pihaknya kini menelusuri asal obat aborsi yang digunakan oleh kedua tersangka. Dia memastikan obat yang digunakan untuk aborsi merupakan pabrikan.

"Pasti kita telusuri. Dari mana obat itu, terus bagaimana mendapatkan. Yang pasti obat itu dalam bentuk sudah dari pabrikan, kecuali jamu yang diminum," bebernya.

Reonald juga meluruskan informasi terkait tersangka perempuan kuliah di bidang kebidanan. Ia mengaku tersangka perempuan sebenarnya kuliah pada bidang farmasi dan ternyata tidak lulus.

"Dia tidak lulus kuliah karena hamil di luar nikah. Jadi saya luruskan dia bukan kuliah kebidanan, tetapi tinggal di kos-kosannya milik bidan. Namun dia pernah sekolah di sekolah tinggi bidang farmasi," ucapnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel