Sampoerna berikan edukasi protokol kesehatan 120 ribu toko kelontong

Nusarina Yuliastuti

PT HM Sampoerna Tbk memberikan edukasi terkait protokol kesehatan menghadapi wabah COVID-19 kepada 120 ribu toko kelontong tradisional yang tergabung di Sampoerna Retail Community (SRC) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sampoerna percaya bahwa upaya mitigasi yang digalakkan Presiden Joko Widodo tak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta," kata Kepala Urusan Pengembangan Bisnis Komersial Sampoerna Henny Susanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Henny menuturkan, sampai saat ini, Sampoerna telah mengucurkan dana sebesar Rp40 miliar khusus untuk mendukung toko kelontong tradisional yang tergabung dalam SRC agar mereka tetap dapat menjalankan usahanya di tengah situasi yang sulit ini.

Baca juga: Ribuan toko kelontong terapkan tindakan preventif lawan pandemi

Tak hanya sekadar memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan, dukungan dilakukan dengan cara membagikan 650 ribu masker kain dan lebih dari 80 ribu liter cairan antiseptik tangan.

Hal itu merupakan upaya memastikan para pelaku UMKM yang merupakan pemilik toko kelontong tetap dapat menjalankan usaha seraya menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Selain itu, bantuan nyata yang juga diberikan adalah pembuatan pembatas kasir, pembuatan fasilitas cuci tangan serta pengaturan jarak antrean di setiap anggota SRC.

Baca juga: Pegawai pabrik rokok positif, COVID-19 di Mojokerto-Jatim jadi 10

Dengan bantuan ini, para anggota SRC dapat terus menjalankan kegiatan usaha dengan tetap melakukan upaya optimal untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Upaya dan bantuan Sampoerna itu sejalan dengan salah satu program Kementerian Koperasi dan UMKM yang giat menggalakkan praktik jaga jarak fisik (physical distancing) di warung-warung.

Bahkan beberapa toko kelontong SRC menyediakan layanan pesan antar melalui aplikasi ponsel AYO SRC guna menghindari kerumunan di toko kelontong dan mencegah penyebaran COVID-19.

Henny mengatakan segala upaya dalam membantu para pelaku UMKM khususnya toko kelontong tradisional tak lepas dari komitmen yang tercermin dalam “Falsafah Tiga Tangan”, di mana Sampoerna secara berkelanjutan memberikan dampak positif bagi karyawan dan mitra usaha, konsumen dewasa, serta masyarakat luas baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Melalui komitmen ini kami berharap dapat berperan aktif dalam memberikan sumbangsih terbaik untuk turut menjaga Indonesia di masa penuh tantangan ini," ujar Henny.