Sampoerna untuk Indonesia Ajak Warung Tradisional Pilah Sampah untuk Partisipasi Menjaga Bumi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sampah dan pencemaran lingkungan adalah topik yang tak pernah habis jika diperbincangkan. Aksi nyata sekecil apapun memiliki dampak berarti demi menyelamatkan lingkungan akibat kerusakan yang timbul karena sampah.

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui payung program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia bekerja sama dengan Seasoldier, terus mengajak masyarakat untuk mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan, demi menjaga bumi. Hal ini merupakan peran aktif Sampoerna dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Sampoerna bersama Seasoldier secara proaktif memberikan edukasi kepada warung tradisional tentang pemilahan sampah lewat program 'Bersihkan Warungku'. Program ini melibatkan warung tradisional di 14 area, antara lain di Jakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Banyuwangi, Medan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Pontianak, Bandung, Tasikmalaya, Pacitan, dan Balikpapan.

Terdapat sekitar 30 pemilik warung tradisional yang ikut serta dalam program ini yang didampingi oleh 60 relawan Seasoldier. Kegiatan edukasi yang dilakukan adalah memperkenalkan cara memilah sampah dan mendaur ulang sampah dengan baik dan benar.

Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat mengatakan inisiatif ini merupakan salah satu komitmen keberlanjutan perusahaan dalam aspek lingkungan.

"Pelestarian dan pengurangan dampak lingkungan melalui mitigasi perubahan iklim merupakan salah satu pilar keberlanjutan yang didorong melalui Sampoerna untuk Indonesia. Bekerja sama dengan Seasoldier kami berupaya untuk mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan," ujar Ishak.

Founder Seasoldier, Nadine Chandrawinata, menyambut baik kepedulian Sampoerna terhadap isu lingkungan. "Kami mengapresiasi upaya Sampoerna dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap permasalahan sampah. Hal ini sejalan dengan misi Seasoldier dalam menjaga kebersihan laut yang kian hari makin tercemar oleh sampah manusia," tegas Nadine.

Sampoerna bersama Seasoldier secara proaktif memberikan edukasi kepada warung tradisional tentang pemilahan sampah lewat program 'Bersihkan Warungku'.
Sampoerna bersama Seasoldier secara proaktif memberikan edukasi kepada warung tradisional tentang pemilahan sampah lewat program 'Bersihkan Warungku'.

Nantinya kegiatan tersebut diharapkan dapat mendatangkan pendapatan tambahan bagi pemilik warung karena sampah yang telah dipilah dan didaur ulang kembali memiliki nilai ekonomis.

Agar proses pemilahan berjalan lancar, Sampoerna dan Seasoldier juga bekerja sama dengan bank sampah atau pengepul di masing-masing daerah. Dengan demikian, sampah yang sudah dipilahkan tak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Dengan Program Bersihkan Warungku, diharapkan warung-warung tersebut dapat jadi percontohan untuk warung lainnya. Salah satu pemilik warung di Sumatera Utara, Echa Reba misalnya, mengaku sangat beruntung dengan adanya program ini.

"Program ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan. Terlebih untuk kita yang berjualan di area sekitar pantai, agar peduli terhadap lingkungan laut, tidak membuang sampah ke laut karena dampaknya sangat fatal terhadap biota laut," kata Echa Reba.

ain lagi pendapat pemilik warung dari Pacitan, Nomi. Menurutnya, kegiatan Bersihkan Warungku membantu meningkatkan kesadarannya akan bahaya sampah jika tidak dikelola dengan benar. Nomi mengaku ‘menularkan’ pelajaran yang ia dapat kepada pengunjung warungnya.

"Ini sangat membantu kami dalam mengedukasi dan mengajak pemilik serta pengunjung warung atau kafe untuk mengenal jenis-jenis sampah, dan pemilihannya," jelas Nomi.

Program ini tak berhenti sampai tahap edukasi saja. Nantinya Seasoldier secara berkelanjutan mendampingi dan memantau perkembangan pemahaman pemilik warung atas metode pemilahan sampah. Sebelumnya, Sampoerna untuk Indonesia bersama lebih dari 700 relawan Seasolider juga telah melakukan aksi pembersihan 14 pantai di Indonesia sepanjang 2019 hingga awal 2020.

(*)