Samsat Gratiskan Layanan Penggantian Nomor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah membuka loket di tiap Samsat untuk melayani masyarakat yang ingin mengganti pelat nomor polisi. Hal itu menyusul diterapkannya pembatasan pelat kendaraan nomor ganjil-genap di Jakarta.

AKBP Latief Usman, Kabag Registrasi dan Administrasi Ditlantas Polda Metro Jaya, mengatakan pihaknya membuka loket tersebut untuk memenuhi keinginan masyarakat yang mempunyai lebih dari satu atau akan membeli kendaraan baru.

"Jika ada masyarakat yang punya kendaraan lebih dari satu, kemudian tidak ingin nomor pelatnya genap semua dan tidak ingin ganjil semua. Jadi mereka pasti akan berupaya," ucap Latief, Selasa (4/3/2013).

Latief mengatakan, untuk memberikan pelayanan tersebut, pihaknya akan membantu masyarakat dengan mendirikan loket pergantian nomor polisi di masing-masing samsat, tanpa dipungut biaya.

Lantaran pemesanan nomor pelat tersebut bebas biaya, maka kepolisian juga akan menegur sejumlah diler mobil yang kedapatan memanfaatkan kesempatan dengan cara memungut biaya kepada para pembeli mobil yang menginginkan pelat nomor polisi dengan angka tertentu.

"Jelas kami bisa tegur langsung, karena sudah memojokan kami," kata Latief.

Seperti diberitakan sebelumnya, peraturan sistem ganjil-genap ini akan berlaku hanya di mobil pribadi dan belum sampai kepada kendaraan roda dua. Setelah berhasil diterapkan pada kendaraan pribadi, baru ia akan mencoba menerapkannya kepada kendaraan roda dua.

Untuk mengetahui apakah pelat nomor mobil itu ganjil atau genap, akan diambil dari satu digit angka paling belakang dan angka nol akan dihitung sebagai digit genap. Sistem ganjil-genap ini mulai diberlakukan tahun 2013.

Jam pemberlakuan untuk penerapan sistem ganjil-genap itu akan diberlakukan mulai pukul 06.00-20.00 WIB dan diberlakukan setiap Senin-Jumat (kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional). Untuk wilayah pemberlakuan peraturan tersebut adalah pada koridor Busway dan koridor utama di dalam wilayah yang dibatasi oleh jalan tol lingkar dalam kota DKI Jakarta (jalan-jalan protokol dalam kota).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.