Samsul Arif dan 4 Pemain Veteran yang Tampil Memukau di Piala Menpora 2021

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Ada satu hal menarik pada Perhelatan Piala Menpora 2021, yakni penampilan menawan yang berhasil ditunjukkan oleh sederet pemain berusia tua. Padahal, banyak klub yang menjadikan turnamen pramusim ini untuk menjajal para pemain muda.

Persebaya Surabaya dan Borneo FC Samarinda misalnya, membawa banyak pemain muda, khususnya dari akademi klub yang mencuri perhatian dan dipromosikan ke tim utama pada Piala Menpora 2021. Alasan lain yang mengemuka adalah karena ditinggal oleh pemain senior atau kunci.

Di sisi lain, Mario Gomez selaku pelatih Borneo FC, mengatakan jika Piala Menpora 2021 memang dijadikannya sebagai momen uji coba pemain muda. Usai kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta pada matchday kedua Grup B, ia mengaku puas dengan performa pada youngsters-nya.

Namun demikian, tak sedikit klub yang tetap memaksimalkan tenaga pemain tua di komposisi utama. Marco Motta dari Persija Jakarta jadi satu contoh betapa kepemimpinan tetap jadi prioritas di Piala Menpora 2021.

Menariknya lagi, ada sejumlah pemain uzur yang justru tampil mengilap setidaknya selama fase grup yang telah berlangsung sejak 21 Maret silam. Berikut ini Bola.com merangkum lima pesepak bola veteran yang menawan di Piala Menpora 2021.

Samsul Arif - Persebaya Surabaya

Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) melakukan selebrasi bersama Rendi Irwan usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Persik Kediri dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Persebaya menang 2-1 atas Persik. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) melakukan selebrasi bersama Rendi Irwan usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Persik Kediri dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Persebaya menang 2-1 atas Persik. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persebaya hanya memiliki dua stok striker untuk turnamen Piala Menpora 2021. Mereka adalah Samsul Arif dan Rivaldi Bawuo. Samsul sudah resmi dikontrak, sedangkan Rivaldo masih berstatus pemain trial.

Kans besar untuk menjadi ujung tombak utama mengarah pada Samsul Arif. Dia usianya yang sudah mencapai 36 tahun, pemain asli Bojonegoro itu masih tak kehilangan ketajaman dan insting mencetak gol.

Samsul bahkan selalu bersaing di daftar pencetak gol Liga 1 sejak 2017 dan kerap menjadi pemain lokal tersubur. Dengan pengalamannya, dia sangat diharapkan menjadi mesin gol andalan tim asal Kota Pahlawan.

Terlebih, Samsul Arif sudah mencetak dua gol yang semuanya lahir saat melawan Persik. Dia merupakan aktor penting buat Persebaya saat menekuk Macan Putih.

Zulkifli Syukur - PSM Makassar

Pemain PSM Makassar Zulkifli Syukur (kiri) berusaha menghentikan pergerakan pemain Persija Jakarta Marko Simic dalam pertandingan babak penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). PSM Makassar menang dengan skor 2-0. (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain PSM Makassar Zulkifli Syukur (kiri) berusaha menghentikan pergerakan pemain Persija Jakarta Marko Simic dalam pertandingan babak penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). PSM Makassar menang dengan skor 2-0. (Bola.com/Arief Bagus)

Senior, berpengalaman, dan memiliki jika kepemimpinan. Tiga hal itu patut disematkan kepada kapten PSM Makassar, Zulkifli Syukur.

PSM kehilangan banyak pemain senior. Jelas tugas Zulkifli Syukur sebagai komandan di lapangan mesti ditampilkan dengan baik, dan sejauh ini, penampilannya melebihi ekspektasi.

Pada dua laga fase grup melawan Persija dan Borneo FC Samarinda, Zulkifli Syukur dan tergantikan. Mantan pemain Timnas Indonesia itu selalu bermain 90 menit dan berkat leadership-nya di lapangan, PSM belum terkalahkan dengan satu kemenangan dan satu imbang.

Ruben Sanadi - Bhayangkara Solo FC

Ruben Sanadi membela Bhayangkara FC saat melawan Persebaya Surabaya di Piala Gubernur Jatim 2020. (dok. Media Bhayangkara FC)
Ruben Sanadi membela Bhayangkara FC saat melawan Persebaya Surabaya di Piala Gubernur Jatim 2020. (dok. Media Bhayangkara FC)

Saat meninggalkan Persebaya Surabaya, tak sedikit pihak yang menilai bahwa kariernya bakal meredup. Tapi mantan bek kiri Persipura Jayapura ini justru makin matang bersama Bhayangkara Solo FC.

Pemain yang mengoleksi enam assist dari 30 penampilan bersama Persebaya pada Liga 1 2019 ini juga tampil 90 menit buat The Guardian pada dua laga fase grup Piala Menpora 2021. Bertindak sebagai kapten, ia sukses menghindarkan timnya dari kekalahan.

Aksi terbaiknya muncul saat Bhayangkara Solo FC bersua Borneo FC Samarinda. Selain rajin membantu serangan, ia juga sanggup menjaga pertahanan dengan apik dan membuat gawang timnya tidak kebobolan.

Hariono - Bali United

Gelandang Bali United, Hariono (kanan) terus mengawal mantan rekannya di Persib Bandung, gelandang Esteban Vizcarra dalam laga Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Bali United bermain Imbang 1-1 dengan Persib. (Bola.com/Arief Bagus)
Gelandang Bali United, Hariono (kanan) terus mengawal mantan rekannya di Persib Bandung, gelandang Esteban Vizcarra dalam laga Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Bali United bermain Imbang 1-1 dengan Persib. (Bola.com/Arief Bagus)

Meski baru sekali main, yakni ketika menghadapi bekas timnya, Persib Bandung, pada laga perdana fase grup, Hariono jadi pemain yang mendapat sorotan, bukan karena penampilannya yang buruk, tapi bagaimana ia sanggup menggalang lini tengah Bali United.

Usianya yang sudah tak muda lagi tak membuatnya 'sungkan' berduel dengan para pemain muda Persib. Hebatnya lagi, ia juga tampil penuh pada pertandingan tersebut. Meski bukan Hariono yang mencetak gol, melainkan Willian Pacheco, pemain berambut gondrong itu memainkan peran integral Bali United sebagai penyeimbang.

Keberadaanya di lini tengah membuat Stefano Lilipaly dan Fadil Sausu leluasa bermanuver ke jantung pertahanan Persib. Bali United akhirnya hanya bisa bermain imbang, namun kepemimpinan Hariono patut diacungi jempol.

Slamet Nurcahyo - Madura United

Slamet Nurcahyo mencetak dua gol dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (3/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)
Slamet Nurcahyo mencetak dua gol dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (3/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Berusia 37 tahun bukan hal mudah buat pesepak bola di manapun ia berada untuk tetap eksis dan konsisten melakoni laga kompetitif. Slamet Nurcahyo adalah pengecualian.

Memang pada Liga 1 2019 dirinya tak melulu menjadi pemain inti. Tapi sosok kelahiran Jember ini seringkali menjadi pembeda dan penentu hasil akhir.

Pada laga kontra PSS Sleman di Piala Menpora 2021, ia cuma bermain 45 menit. Tapi selama rentang waktu tersebut, Slamet Nurcahyo menampilkan performa yang menawan, seakan tak menunjukkan bahwa dirinya hampir berkepala empat.

Saksikan video pilihan berikut ini: