Samsul Bahri dan Siti Nurbaya Hidup Lagi di Padang

Laporan Fernando, Kontributor Tribunnews.com di Sumatera Barat
TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Pasangan legendaris, Samsul Bahri dan Siti Nurbaya kembali hidup di Kota Padang. Samsul yang mengenakan baju gunting cina dan Siti Nurbaya dengan pakaian Baju Kurung Basiba, menumpang Bendi (kereta kuda) menuju pelataran parkir Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat (Sumbar), Kota Padang.

Bahkan jumlahnya mencapai 25 pasangan tokoh rekaan Marah Rusli dalam roman Siti Nurbaya. Semua itu bisa disaksikan dalam Festival Siti Nurbaya 2011, yang berlangsung mulai Sabtu (2/7/2011) sore hingga 9 Juli 2011. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang bakal menghidupkannya sebagai icon Kota Padang.

"Kita ingin hidupkan kembali tokoh Siti Nurbaya. Sehingga kita gelar sebuah festival bertajuk Festival Siti Nurbaya," jelas Kepala Disbudpar Kota Padang, Edi Hasymi, kepada wartawan, usai pembukaan festival.

Sebanyak 25 pasangan legendaris yang naik bendi tersebut merupakan para finalis Lomba Mirip Tokoh Roman Siti Nurbaya yaitu Samsul Bahri dan Siti Nurbaya. Mereka telah lolos seleksi untuk ikut serta lomba itu.

Pada 6 Juli 2011 mendatang mereka akan unjuk kebolehan pada malam final lomba tersebut untuk menjadi pasangan terbaik. "Yang jadi pemenang tidak hanya mirip dari segi fisik dengan Siti Nurbaya atau Samsul Bahri. Tapi mereka juga harus punya pengetahuan tentang tradisi di Minangkabau," terang Edi.

Pembukaan festival ini dimeriahkan pagelaran Tari Piring masal serta Makan Bajamba dan tidak ketinggalan pertunjukan kesenian khas seperti Talempong Pacik. Festival ini melibatkan semua elemen masyarakat di Kota Padang dari 104 kelurahan. Beberapa kegiatan bakal meramaikan festival ini seperti Maelo Pukek (menjaring ikan), Malamang, Mangukua Karambia, Manggiliang Lado serta permainan tradisi.

Dalam event tersebut, beberapa lomba akan diselenggarakan, seperti Lomba berbalas pantun, menggambar tokoh dalam Roman Siti Nurbaya, Fragmen Roman Siti Nurbaya dan Lomba Kritik Sastra Roman Siti Nurbaya. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.